Cara Kerja Flow Switch

Flow Switch atau sakelar aliran adalah sebuah perangkat mekanis yang digunakan untuk mengendalikan aliran pada udara, cairan atau uap. Sakelar aliran ini beroperasi dengan cara meneruskan aliran ke mesin lain dalam sistem, seperti pada pompa. Sinyal aliran akan memutuskan arus pada pompa untuk menyalakan atau mematikan pompa itu sendiri. Jadi cara kerja flow switch ini berdasarkan pada aliran air.

Prinsip kerja sederhana dari flow switch ini yaitu saat keran dibuka, maka air yang berasal dari sumber nantinya mendorong lidah sensor yang terdapat dalam flow switch kemudian menyambungkan pompa pada sumber listrik. Sehingga pompa pun akan menyala. Kegunaan Water Flow Switch juga sagat cocok dijadikan pengganti saklar Pressure Switch otomatis, yang umumnya terpasang pada pompa air.

Definisi Flow Switch

Seperti yang sudah disinggung di atas, flow switch dapat diartikan sebagai sebuah sensor aliran yang dapat mendeteksi ada atau tidaknya aliran dalam sebuah sistem aliran terbuka maupun tertutup. Flow switch biasanya akan bekerja dengan cara membuka atau menutup apabila ada flow atau aliran yang berhenti tergantung dari output contact sesuai keinginan dari NO atau NC.

Dikarenakan flow switch seringkali dijadikan sebagai sebuah kendali aliran, tak sedikit pula yang menyebutnya flow control maupun sensor kontrol. Ada banyak aplikasi flow switch yang bukan sebatas pada aplikasi pompa semata, seperti water flow switch fire sprinklerwater tank dan lain sebagainya.

Cara Kerja Flow Switch

Cara Kerja Flow Switch
Bagaimana Flow Switch Bekerja?

Bagaimana Flow Switch Bekerja

Dikarenakan cara kerja flow switch dibagi ke dalam beberapa aplikasi, maka Kamiakan membahas beberapa aplikasi berikut penjelasan sistem kerja flow switch :

Sistem Kerja Water Flow Switch Pada Pompa

Water flow switch ialah sensor pada pompa pendorong, biasanya terletak di outlet pipa pendorong, alat ini mungkin berbentuk sederhana namun jika Kamu mengetahuinya pasti berpipkir bahwa alat ini yang diperlukan pada pompa pendorong. Pompa pada dasarnya ialah sebuah alat yang dipakai untuk mentransfer atau mengirim cairan, menurut fungsinya ada banyak pilihan jenis pompa berdasarkan kegunaannya.

Pada pompa air, seringkali kita memakainya untuk mendapatkan atau mengambil air yang berasal dari sumur. Karena itu, kita bisa memakai pompa pendorong, namun pompa air ini biasanya memakai sensor bernama pressure switch dengan prinsip kerja memanfaatkan tekanan. Saat tekanan air telah tercapai, sensor ini akan memutuskan arus pada pompa. Dari situlah kita biasanya seringkali dipusingkan sebab biasanya pompa kadang mati dan hidup, terlebih jika ada kebocoran yang bisa menyebabkan meningkatnya tagihan listrik.

Sebagai solusinya,  kita bisa mengganti pressure switch tadi dengan memakai water  flow switch. Cara kerja flow switch ini memanfaatkan dorongan air, yang mana saat keran air dibuka maka air pada tangki langsung mendorong bagian lidah sensr flow switch, kemudian menyambungkan pompa pada power source.

Sistem Kerja Water Flow Switch Fire Sprinkler

Selain pada pompa, aplikasi cara kerja flow switch juga bisa kita lihat pada sistem pemadam kebakaran. Water flow switch fire sprinkler ialah perangkat elektrik atau mekanik yang dirakit pada sistem alarm pemadam kebakaran serta fire sprinkle memakai kabel konvensional. Para petugas pemadam kebakaran akan bereaksi saat alarm kebakaran berbunyi. Sementara alarm akan bereaksisaat alarm lain menyala terlebih dahulu atau adanya laporan.

Biasanya tampilan pada waterflow switch ini terletak di antara system fire alarm dan fire suppression system pada sebuah gedung. Kegunaan alat ini yaitu untuk mendeteksi aliran air pada sprinkle, sehingga mengakibatkan alarm berbunyi yang menjadi tanda evakuasi terhadap orang-orang di dalam gedung.

1. Fungsi Water Flow Switch Fire Sprinkler

Ada beberapa fungsi dan kegunaan water flow switch fire sprinkler, diantaranya :

  • Memberitahukan kepada pihak pengguna gedung agar melakukan evakuasi segera.
  • Menunjukkan pada petugas pemadam kebakaran yang datang, letak keberadaan titik api serta dimana pihak petugas dapat menghubungkan selang fire hose..
  • Memberitahukan para petugas pemadam kebakaran bahwa dalam bangunan gedung tersebut membutuhkan bantuan mengatasi kebakaran.

Biasaya pemadam kebakaran menganggap jika pencegahan dengan sistem sprinkle ini lebih efektif dibandingkan memakai indikator alarm system. Sebab detektor alarm bisa saja salah ketika berbunyi, atau terjadi kegagalan system hingga human error.

Tapi sprinkle pada bangunan sendiri, akan bekerja saat suhu yang ada dalam ruangan berada di titik tertentu. Dengan begitu, sprinkler akan langsung menyemprotkan air. Hal tersebut tentu saja membantu para petugas pemadam kebakaran saat bertarung untuk melawan api di dalam gedung.

2. Cara Kerja Water Flow Switch Fire Sprinkler

Definisi dari water flow switch fire sprinkler  ialah perangkat elektrik yang dapat mendeteksi aliran pada air yang ada dalam pipa. Alat ini tak bisa menutup atau membuka karena bukan valve. Dengan kata lain, cara kerja flow switch ini hanya untuk menghentikan nyala alarm dengan cara mengaktifkan sebuah  panel elektrik. Dalam mendeteksi aliran air, perakitan meletakkan paddle pada pipa.

Ketika air mengalir pada pipa, maka paddle akan bergerak ke samping. Kemudian akan mengaktifkan water flow switch fire sprinkler selama beberapa waktu. Terdapat 2 switch yang dipakai untuk mengaktifkan 2 sistem alarm, diantaranya :

  • Sebuah sistem alarm saat kebakaran lokal, dalam mengevakuasi bangunan gedung serta memanggil pihak pemadam kebakaran.
  • Sistem untuk alarm kebakaran luar, biasanya memberitahukan petugas pemadam kebakaran bahwa sistem sprikler sudah diaktifkan.

Sistem Kerja Flow Switch Pada Water Tank

Tangki air atau water tank, dipakai sebagai tempat penampungan air pada jumlah tertentu, tak sedikit water tank diaplikasikan dalam berbagai industri maupun perumahan yang dipakai untuk cadangan air. Dalam industri cara kerja flow switch ini dipakai untuk mengendalikan atau mengontrol volume cairan pada tangki. Dimana cairan yang dimaksud bisa berupa minyak atau air yang kemudian dipakai sebagai bahan bakar pada mesin, seperti generator listrik atau mesin diesel.

Terdapat 3 bagian utama dalam sensor flow switch, pertama yaitu bola pelampung, kedua ada shaft, selanjutnya ada saklar listrik berbentuk macro switch dan biasanya terletak di dalam box.

Sensor flow switch sendiri memiliki 2 micro switch, kegunaannya yaitu untuk mendeteksi kondisi low level, sedangkan yang satunya lagi dipakai untuk mendeteksi kondisi high level. Jika level air pada tangki kosong atau rendah, maka sensor micro switch yang pertama akan on, karena tertarik bola pelampung. Namun ketika volume telah mencapai level tertentu, serta telah mengenai bagian bola pelampung, bola pelampung pun ikut naik. Akhirnya akan menggerakkan switch yang kedua, hingga switch kedua on.

Biasanya output sensor flow switch akan dihubungkan pada mesin pompa minyak atau pompa air lewat magnetic contactor dan relay. Ketika level tanki kosong atau rendah,  maka pompa pun akan bekerja. Selain itu, ketika level pada tangki penuh maka pompa pun akan off.

Itulah cara kerja flow switch sesuai dengan aplikasi sakelar aliran itu sendiri baik untuk perumahan maupun untuk industri. Semoga bermanfaat!

Mita Mellinda
Wife n Moms. Penulis andalan asal Bandung since 2019