Cara Hitung Heart Rate

Seperti kita ketahui, fungsi jantung sebagai organ vital tubuh yaitu memompa darah hingga ke seluruh bagian tubuh. Inilah yang membuat sistem peredaran darah kaya oksigen bisa mencapai semua sel-sel yang ada di dalam tubuh. Dalam mengecek kesehatan dan fungsi normal jantung, biasanya dokter akan mengamati detak jantung dan tekanan darah. Banyak yang penasaran dengan cara hitung heart rate atau detak jantung untuk mengetahui barapa kali organ jantung berdetak setiap menitnya.

Heart rate yang normal biasanya sekita 60-100 detak setiap menit (BPM). Akan tetapi, biasanya ukuran denyut nadi yang normal dapat dikategorikan juga berdasarkan usia. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak pembahasan berikut!

Heart Rate (Detak Jantung) Normal Pada Bayi dan Anak

  • Pada bayi yang baru lahir sampai usia bulan, detak jantung normal akan berlangsung hingga 70-190 detak setiap menitnya.
  • Pada bayi yang usianya 1 – 11 bulan, sekitar 80-150 detak setiap menit.
  • Untuk anak yang berusia 1-2 tahun, kisaran detak jantung normal adalah 80-130 detak setiap menit.
  • Pada anak berumur 3-4 tahun, kisaran detak jantungnya yaitu antara 80-120 detak setiap menit.
  • Anak yang berumur 5-6 tahun, detak jantungnya berkisar antara 75-115 per menit.
  • Anak yang berusia 7-9 tahun, detak jantungnya sekitar 70-110 detak setiap menit.
  • Untuk anak berusia di atas 10 tahun mempunyai denyut jantung yang normal mencapai 60-100 detak setiap menit.

Cara Hitung Heart Rate

Cara Hitung Heart Rate
Menghitung Heart Rate

Menghitung Heart Rate (Detak Jantung)

Sebenarnya untuk menghitung heart rate merupakan hal yang cukup mudah, Kamu bisa memakai angkamu sebagai panduan untuk melakukan aktivitas fisik ke depannya.

Dalam cara hitung heart rate ini, Kamu hanya memerlukan kemampuan berhitung disertai dengan alat stopwatch (penghitung waktu). Namun, penting sekali memilih kapan waktu untuk menghitungnya. Kamu akan memperoleh bacaan paling akurat pada irama detak jantungmu saat baru bangun di pagi hari.

  • Silahkan letakkan jari tengah dan ujung telunjung tangan kanan pada samping telapak pergelangan tangan sebelah kiri atau sebaliknya, tepat di bagian bawah pangkal jempol. Selain itu, tempatkan pula jari ketiga dan ujung telunjuk di leher rahang bawahmu pada salah satu bagian tenggorokan. Jangan memakai ibu jari, sebab ibu jari mempunyai denyut ringan sehingga bisa membingungkanmu saat menghitung.
  • Lalu tekan jarimu lembut sampai Kamu merasakan heart rate di bagian bawah harimu. Kamu mungkin harus memindahkan jari tersebut ke sekitarnya hingga denyut nadi benar-benar terasa.
  • Silahkan hitung hear rate Kamu dalam waktu 15 detik. Lalu kalikan hasil denyut nadi tersebut dengan 4, agar Kamu bisa mendapatkan detak jantung istirahatmu per menitnya. Kamu bisa menghitungnya tiga kali, lalu ambil rata-rata diantara ketiganya sampai benar-benar merasa yakin.

Menghitung Heart Rate Melalui EKG

EKG atau elektrokardiogram untuk mengecek aktivitas listrik jantung selama periode waktu tertentu. Dimana aktivitas tersebut diukur memakai elektroda yang nantinya dipasang di permukaan kulit, lalu dicatat pada perangkat eksternal/luar tubuh.

Meskipun tingkat heart rate seseorang bisa dihitung menggunakan cara hitung heart rate lewat denyut nadi seperti di atas, namun EKG dapat membantu menentukan adanya gangguan yang terjadi pada jantung, mengetahui detak jantung normal, tingkat efektivitas obat atau perangkat, ukuran bilik jantung dan menentukan lokasi.

Dimana tes tersebut juga dapat dilakukan unuk pengecekan gangguan jantung, sekaligus menentukan tingkat kekuatan jantung seseorang untuk operasi. Berikut beberapa cara hitung heart rate melalui EKG :

Cara Menghitung Heart Rate Memakai Jarak Antara Kompleks QRS

Untuk mengetahui heart rate dengan EKG, bisa dilakukan dengan menggunakan jarak antara kompleks QRS. Berikut panduannya :

1. Mengetahui Tampilan “Bentuk Gelombang” Normal Dalam Jejak EKG

Dengan mengetahui tampilan bentuk gelombang, Kamu dapat menentukan wilayah EKG yang biasanya mencerminkan 1 detak jantung. Kamu dapat menghitung heart rate memakai panjang heart rate pada EKG. Selain itu, detak jantung yang normal biasanya terdiri atas gelombang P, segmen ST dan kompleks QRS. Kamu harus melihat kompleks QRS seksama karena sangat mudah dipakai untuk menghitung heart rate.

2. Mengidentifikasi Kompleks QRS

Biasanya kompleks QRS adalah bagian tertinggi pada pola berulang dalam jejak EKG. Dimana kompleks tersebut berbentuk segitiga yag meruncing sempit dan tinggi untuk orang yang fungsi jantungnya tampak normal. Biasanya terjadi secara berulang di tingkat sama pada sepanjang jejak EKG. Pada tiap satu kompleks QRS sendiri, artinya sudah terjadi 1 detak jantung. Maka dari itu, Kamu bisa memakai jarak antara pada kompleks QRS dari hasil EKG dalam cara menghitung heart rate.

3. Menghitung Jarak Antara Pada Kompleks QRS

Cara hitung heart rate selanjutnya ialah dengan menetapkan jumlah persegi berukuran besar dalam jejak EKG sebagai pemisah satu kompleks QRS dengan kompleks QRS yang berikutnya. Biasanya EKG mempunyai kotak besar dan kecil. Pastikan Kamu memakai kotak besar untuk dijadikan titik referensi. Silahkan menghitung dari 1 puncak kompleks QRS ke kompleks QRS selanjutnya. Silahkan catat jumlah pada persegi besar sebagai pemisah antara kedua titik.

4. Membagi Angka 300 Dengan Hasil yang Didapatkan

Sesudah Kamu menghitung persegi besar pemisah kompleks QRS tadi misalnya saja jumlahnya sekitar 3,2 persegi. Selanjutnya lakukan perhitungan untuk menentukan hear rate : 300/3,2 menjadi 93,75. Kemudian bulatkan angka hasil yang didapat. Pada kasus ini, heart rate-nya menjadi 94 tiap menit.

Cara Menghitung Heart Rate Memakai Metode 6 Detik

Cara hitung heart rate kedua ialah menggunakan metode 6 detik. Adapun langkah-langkahnya ialah sebagai berikut :

1. Menggambarkan Dua Garis Dalam Jejak EKG

Untuk garis pertama wajib berada dekat sisi tangan bagian kiri kertas pada jejak EKG. Sementara pada garis kedua sendiri persis harus berjarak sekitar 30 persegi besar pada garis pertama yang berikutnya. Adapun jarak dari 30 persegi besar dalam jejak EKG tersebut mencerminkan persis 6 detik.

2. Menghitung Jumlah Kompleks QRS Pada Antara 2 Garis

Perlu diketahui bahwa kompleks QRS merupakan puncak tertinggi dari tiap gelombang tertentu yang mencerminkan 1 detak jantung. Kamu bisa menghitung total jumlah kompleks QRS di antara 2 garis lalu tuliskan angkanya.

3. Mengkalikan Hasilnya Dengan 10

Mengingat 6 detik jika dikalikan 10 adalah 60 detik, maka mengalikan hasilnya dengan 10 bisa mengasilkan jumlah heart rate yang terjadi pada 1 menit. Ini adalah stndar ukuran pada heart rate itu sendiri. Misalnya, jika Kamu menghitung sebanyak 8 detak jantung dalam 6 detik. Ini artinya, perhitungan heart rate Kamu ialah 10 x 8 = 80 detak setiap menitnya.

4. Memahami Bahwa Metode Ini Efektif Dalam Mendeteksi Irama Jantung Tidak Wajar

Apabila heart rate-nya teratur, maka metode awal yang hanya menetapkan jarak satu QRS dengan jarak berikutnya cukup efektif mengingat jarak diantara seluruh kompleks QRS sama seperti heart rate reguler. Di samping itu, bila detaknya tidak teratur, maka metode ini lebih efektif sebab merata-ratakan setiap jarak antar heart rate sehingga hasil dari keseluruhannya menjadi akurat.

Selain cara hitung heart rate di atas, ada beberapa aktivitas yang mempengaruhi perubahan pada detak jantung, diantaranya seperti aktivitas fisik, suhu udara, posisi tubuh, tingkat emosional, bertumbuh gemuk, gangguan obat-obatan tertentu, dan masalah gangguan kesehatan tertentu. Untuk menjaga heart rate tetap normal, sebaiknya jaga asupan pola makan salah satunya dengan cara defisit kalori dan tetap melakukan aktivitas fisik.

Top 10 Artikel Banyak Dibicarakan :

Mita Mellinda
Wife n Moms. Penulis andalan asal Bandung since 2019