Cara Merawat Anak Kucing

  • Whatsapp

Bagi Kamu pencinta hewan, pastinya sudah sangat akrab dengan kucing. Kucing dikenal sebagai binatang yang sangat menggemaskan, karenanya banyak orang yang merawat kucing. Bahkan tak sedikit yang sampai rela merogoh kocek dalam-dalam demi merawat binatang kesayangannya itu. Apalagi saat kita melihat ada anak kucing tak berdaya di pinggir jalan, secara sigap sisi kemanusiaan pun ikut mendorong kita untuk merawat anak kucing. Namun tentu saja cara merawat anak kucing tidak semudah merawat kucing yang sudah dewasa.

Apalagi jika anak kucing tersebut ditinggalkan sang induk, dan memang masih membutuhkan induknya. Jika Kamu mengalaminya, tak perlu khawatir, karena Kami akan membagikan tutorial cara merawat anak kucing dengan baik di bawah ini!

Read More

Cara Merawat Anak Kucing

Cara Merawat Anak Kucing
Tutorial Merawat Anak Kucing

Panduan Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Ada beberapa panduan cara merawat anak kucing dengan baik tanpa induk supaya kucing tumbuh sehat. Namun sebelumnya, Kamu harus pastikan bahwa anak kucing yang akan dirawat di rumahmu, benar-benar tak memiliki induk. Karena tak jarang induk kucing biasanya hanya pergi mencari makan sebentar, lalu kembali lagi sesudah membawa makanan.

Apabila anak kucing yang akan Kamu bawa dan rawat memang ditinggalkan oleh induknya, maka Kamu bisa merawat anak kucing tersebut di rumah. Ada beberapa langkah yang bisa Kamu lakukan dalam cara merawat anak kucing, berikut ini :

1. Langsung Membawa Anak Kucing ke Dokter Hewan

Hal yang harus dilakukan pertama kali ketika Kamu menemukan anak kucing di jalanan tanpa induk ialah sebaiknya membawanya langsung ke dokter hewan. Tujuannya agar anak kucing tersebut langsung mendapat pemeriksaan kondisi kesehatan secepatnya. Selain itu, jangan sampai kucing tersebut dirawat inap, sebab biasanya anak kucing masih rentan terpapar penyakit menular.

Terkait:  Cara Merawat Calathea Black Lipstick

Dengan membawa anak kucingmu langsung ke dokter hewan bisa mencegah berbagai macam resiko penyakit sekaligus dapat mendeteksi masalah kesehatan kucing secara dini.

2. Persiapkan Tempat yang Nyaman dan Aman

Cara merawat anak kucing selanjutnya ialah, Kamu harus mempersiapkan tempat yang nyaman. Kamu harus memastikan tempat yang akan digunakan untuk meletakkan kucing mungil tersebut di tempat yang bersih, hangat dan kering. Silahkan tempatkan di dalam kotak berukuran kecil dan telah dilapisi handuk atau selimut. Lalu simpan di area yang terpisah dengan binatang peliharaan lainnya.

Kamu harus tahu bahwa anak kucing akan mudah kedinginan. Oleh karena itu, letakkan botol berisi air panas yang telah dibungkus bantal penghangat atau handuk di dalam kotak.

Selain itu, pasikan terdapat cukup ruang pada kotak untuk si kucing, tujuannya agar terhindar dari botol berisi air panas tadi, apabila suhu airnya memang cuku0p panas bagi si anak kucing.

3. Jangan Pisahkan dari Saudaranya

Umumnya indukan kucing melahirkan lebih dari satu ekor kucing yang lucu dan menggemaskan. Walaupun demikian, tak semua orang dapat memelihara semuanya sekaligus, entah karena alasan keuangan atau keterbatasan ruangan. Namun jika Kamu ingin memelihara semua anak kucing tersebut sekaligus, sebaiknya letakkan anak-anak kucing tersebut di dalam satu tempat. Jangan pisahkan anak kucing dari saudaranya, tujuannya agar mereka tetap merasa nyaman dan hangat walaupun tanpa induknya.

4. Berikan Susu yang Sesuai

Biasanya anak kucing yang masih kecil akan membutuhkan susu dari induknya. Akan tetapi, karena kondisi tertentu yang membuat si kucing terpisah dari induknya, Kamu harus memilihkan pengganti susu yang sesuai.

Pastikan Kamu memberikan susu untuk anak kucing yang sesuai usia mereka. Selain itu, Kamu bisa membeli di toko hewan di daerahmu untuk membeli susu dengan formula khusus bagi anak kucing. Sebaiknya tidak berikan anak kucing susu sapi yang mengandung pemanis atau gula. Sebab jenis kalsium dengan kandungan laktosa tak akan cocok bagi anak kucing.

Terkait:  Cara Merawat Bunga Matahari

Selain itu, apabila memberikan asupan makanan yang tidak tepat, bisa berdampak bagi kesehatan anak kucing.

5. Stimulasi Anak Kucing Supaya Bersendawa

Cara merawat anak kucing selanjutnya ialah menstimulasi anak kucing supaya bersendawa. Jadi, selama Kamu memberikan susu khusus kepada anak kucing, Kamu juga harus membuatnya bersendawa. Adapun cara untuk membuat anak kucing bersendawa ialah dengan menempatkan anak kucing kesayanganmu di bahu, lalu tepuk lembut sampai Kamu merasakannya bersendawa.

Susu anak kucing biasanya bersifat lengket, sehingga pastikan bersihkan anak kucing terlebih dahulu sesudah diberi makan menggunakan waslap hangat yang lembab lalu keringkan sesuai dengan kebutuhan.

6. Memberikan Makanan Khusus Anak Kucing

Kamu harus tahu bahwa anak kucing pun memerlukan 30% dari jumlah total energi yang bisa didapatkan dari protein. Oleh karena itu, Kamu bisa memberikan makanan formulasi khusus bagi anak kucing, entah itu makanan basah atau kering.

Berikut beberapa panduan memberikan makan pada anak kucing, diantaranya :

  • Pada anak kucing berusia 4-5 minggu, dengan bobot sekitar 350-450 gram. Sebaiknya berikan anak kucing ini campuran susu formula atau pakan basah khusus kucing maupun pakan keringnya untuk tiap 4 jam.
  • Untuk anak kucing berusia 6- minggu, dengan bobot sekitar 450-700 gram. Sebaiknya berikan campuran berupa makanan kering dengan makanan basah khusus anak kucing sebanyak 4 kali sehari.
  • Jika pada kucing berusia 8 minggu, yang berbobot 700-900 gram sebaiknya disapih sepenuhnya.

Ketika anak kucing berumur 5-6 minggu, biasanya mereka harus belajar untuk mengunyah makanan yang kering dan berkualitas tinggi dengan konsisten walaupun masih menyusu.

Pemberian atau perkenalan makanan pada anak kucing dengan cara bertahap sangat penting agar melatih mereka untuk makan ketika disapih.

Terkait:  Cara Merawat Jam Tangan

7. Melatih atau Menstimulasi Buang Air

Cara merawat anak kucing berikutnya ialah dengan cara menstimulasi atau melatih anak kucing agar buang air, sebab biasanya hal ini merupakan tugas dari sang induk. Pada anak kucing berusia kurang dari 4 minggu, harus distimulasi agar buang air di toilet sesudah makan.

Untuk menstimulasinya, Kamu bisa memakai tisu, waslap hangat serta lembab atau bola kapas untuk menggosok bagian anus kucing secara lembut. Tujuannya untuk merangsang mereka buang air besar dan kecil.

8. Memperhatikan Kondisi Berat Badan Anak Kucing

Dalam cara merawat anak kucing, penting juga untuk selalu memperhatikan berat badan kanak kucing. Pastikan si anak kucing mesti bertambah berat badan dengan bobot sekitar 85-115 gram setiap minggu atau 15 gram tiap hari. Di usia sekitar 8 minggu, anak kucing biasanya mempunyai berat kurang lebih 900 gram. Apabila berat badannya turun atau tidak bertambah, Kamu harus menghubungi dokter hewatn secepatnya.

9. Pastikan Tetap Terhidrasi

Perhatikan pula anak kucing yang Kamu rawat cukup makan, serta sudah terhidrasi secara optimal. Adapun untuk menguji tingkat hidrasi pada anak kucing, sebaiknya tarik kulit pada bagian tengkuknya. Saat tak bangkit kembali saat kulitnya ditarik atau turun secara perlahan, bisa saja anak kucing mengalami dehidrasi. Apabila anak kucing masih dehidrasi sesudah Kamu mencoba berbagai macam cara, sebaiknya konsultasikan langsung ke dokter hewan.

Itulah 9 cara merawat anak kucing dengan baik agar tumbuh optimal meskipun tanpa induknya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Related posts