Cara Kerja Dropship

Saat hendak menjalankan sebuah usaha atau bisnis, kita tentunya akan berusaha untuk menemukan sebuah metode yang memiliki resiko paling sedikit dan tidak perlu modal besar. Hal tersebut wajar, terutama bagi Kamu yang memiliki modal pas-pasan. Adapun konsep bisnis yang paling tepat untuk kondisi ini ialah menjadi dropshipper. Karena cara kerja dropship sejatinya memang sangat mudah dan tidak memerlukan modal besar.

Tentu saja pertimbangan tersebut akan diambil agar Kamu nantinya tidak kehilangan semuanya ketika usaha atau bisnis yang dijalankan tak berjalan sebagaimana mestinya.

Cara Kerja Dropship

Cara Kerja Dropship
Mekanisme Kerja Dropship

Bagaimana Mekanisme Kerja Dropship?

Sebenarnya cara jadi dropship simpel sekali, dimana Kamu hanya perlu mencari seller yang bersedia untuk menerapkan sistem bisnis yang satu ini. Baru kemudian, penjual berkomitmen mengirimkan orderan yang diterima dari Kamu, kepada konsumenmu yang sudah membeli produk lewat Kamu.

Melalui metode dropship umumnya ada beberapa jasa atau penyedia produk yang berkomitmen tidak mencantumkan atau menyebutkan toko mereka lewat faktur pembelian. Selai itu, ada juga yang ingin memasang atau menyertakan nama toko tersebut.

Pilih Supplier yang Menawarkan Mekanisme Dropship

Kamu tentu saja harus mencari penjual atau supplier yang menyediakan cara kerja dropship tersebut. Karena tidak semua supplier atau penjual  menerapkan sistem dropship ke dalam usaha mereka. Sebab mereka khawatir jika para penjual akan mencemari reputasi toko atau merek mereka mengingat ketidakpahaman dropshipper itu sendiri terhadap produk yang mereka jual.

Selain itu, kekhawatiran supplier lainnya ialah kualitas layanan customer yang diberikan kepada para dropshipper ke pembeli mereka, sehingga jika dibiarkan dapat memperburuk citra penyedia produk itu sendiri.

Ketahui Resiko Dropship

Dalam satu sisi, sistem bisnis yang dapat dilakukan tanpa menggunakan modal tersebut bisa begitu meningkatkan minat banyak orang untuk melakukan wirausaha. Akan tetapi di samping itu, dengan tanpa adanya modal berarti para dropshipper tak merasa mempunyai resiko. Jadi banyak orang yang menjual produk mereka seenaknya tanpa memikirkan pembeli.

Dalam menjalankan cara kerja dropship, Kamu dapat melakukannya dimanapun, entah itu secara online maupun offline, walaupun dalam jenis bisnis dropship kebanyakan sistem online-lah yang seringkali banyak dipilih. Kamu dapat membuka online shop di beberapa marketplace terkemuka seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan lainnya. Selain itu juga bisa membuat website online shop sendiri.

Jika Kamu sama sekali tak ingin mengeluarkan modal, sebaiknya pilih marketplace untuk dijadikan tempat berjualanmu. Sebab biasanya membuka toko online atau membuat akun di marketplace tidak akan dibebankan biaya apapun, dan biasanya pengunjung lebih mempercayai mereka.

Dengan kata lain, misalnya Kamu ingin menjual barang A melalui sistem dropship, dengan harga jual dari pihak penyedia produk sebesar Rp. 50.000, Kamu pun bisa menjualnya dengan harga di atas itu, seperti Rp. 120.000, RP. 150.000 atau berapapun nilainya dengan keuntungan yang sudah ditaksir sebelumnya.

Ketika ada orderan masuk, selanjutnya Kamu hanya perlu memesan produk ke supplier, lalu membayar pesanan sesuai dengan harga yang ditetapkan. Setelah itu, kamu tinggal meminta supplier untuk mengirimkan orderan ke alamat pelanggan. Bagaimana, cara kerja dropship sangat mudah bukan?

Apa Saja Keuntungan Dropship?

Sesudah membahas cara kerja dropship di atas, selanjutya ada beberapa keuntungan yang perlu Kamu ketahui mengenai sistem dropship. Entah itu dilihat dari sisi produsen maupun penyedia jasanya, maupun dilihat dari segi dropshipper itu sendiri.

Salah satu keuntungan menjadi dropshipper ialah peluang untuk bisa membuka bisnismu sendiri tanpa adanya modal. Akan tetapi, selain itu masih ada banyak keuntungan lainya yang didapat melalui metode dropship. Berikut keuntungan menjadi dropship :

  • Kamu tak perlu meyetok barang untuk dijual sama sekali.
  • Proses produksi akan diurus langsung oleh penyedia produk.
  • Proses pengiriman barang ke pembeli langsung dilakukan supplier, sehingga Kamu tak perlu repot-repot mengirimkan pesanan.
  • Bisa menjual berbagai macam produk/jasa dari banyak penyedia sekaligus.

Dilihat dari sisi produsen/distributor, mereka pun akan memperoleh banyak keuntungan jika menyediakan sistem dropship, diantaranya :

  • Para dropshipper bisa dikatakan sebagai salesman gratis tanpa perlu fee atau gaji.
  • Dapat meningkatkan penjualan barang supplier atau distributor.
  • Mempeluas jangkauan konsumen.
  • Lebih diminati dan dicari oleh orang yang menjalani sistem dropship.

Kerugian Sistem Dropship

Selain memiliki banyak keuntungan, ternyata metode dropship juga mempunyai kerugian tersendiri. Apalagi jika Kamu tidak mengantisipasinya dengan baik. Berikut ulasannya :

  • Tidak mempunyai kendali untuk ketersediaan produk.
  • Tidak bisa menjamin kualitas produk yang ditawarkan oleh penjual atau supplier.
  • Pertanyaan atau komplain terhadap produk/jasa harus dihadapi sendiir,  namun Kamu harus kembali menanyakannya kepada penjual atau penyedia produk.

Tidak hanya bagi dropshipper saja, tetapi sistem dropship juga memberikan kerugian bagi para supplier selaku penyedia produk, diantaranya :

  • Sulit memverifikasi komplain atau pertanyaan sebab tidak langsung terlibat dengan pembeli.
  • Kualitas layanan customer yang tidak dapat dikendalikan, sebab tergantung pada tiap-tiap dropshipperi.
  • Reputasi merek, apalagi jika Kamu merupakan produsen langsung yang statusnya bukan distributor, pastinya akan bergantung pada mutu layanan tiap-tiap dropshipper itu sendiri.

Tips Agar Sukses Menjadi Dropshipper

Mengingat menjadi dropshipper, Kamu tidak perlu harus mengeluarkan modal menjadi pebisnis. Kamu hanya memerlukan seseorang yang dapat dijadikan pemasok produk. Cara kerja dropship juga cukup mudah. Kamu hanya memposting barang yang dijual melalui media sosial.

Ketika ada konsumen yang memesan produk, Kamu cukup meminta identitas diri pembeli lalu memintanya mentransfer nominal uang sesuai harga barang yang Kamu tetapkan. Berikut beberapa tips sukses menjadi dropshipper, diantaranya :

1. Kenali Kebutuhan Pasar

Sebelum memilih produk yang ingin dijual, sebaiknya Kamu kenali dulu kebutuhan dan apa yang membuat pasar lebih menarik. JIka sudah mengetahui keduanya, Kamu bisa memilih produk apa yang bisa menawarkan solusi.

2. Pilih Supplier Berkualitas

Jika produk yang Kamu jual sudah ditentukan, maka strategi selanjutnya ialah pilih supplier atau produsen yang berkualitas. Hal ini penting karena reputasi usaha dan namamu menjadi taruhannya. Jika produk tidak berkualitas, maka besar kemungkinan pembeli akan memilih penjual lain untuk mendapatkan barang serupa.

3. Lebih Fokus Dengan Satu Produk

Kamu harus memastikan supplier mempunyai keahlian menghandle produk yang diproduksi. Ini artinya mereka mengerti industri, macam-macam produk dan persaingan passar. Hal ini demi menjaga kualitas produk yang akan Kamu jual.

4. Gampang Dijangkau

Pilihlah produsen atau supplier yang gampang dijangkau, entah itu dalam hal komunikasi maupun posisi supplier itu sendiri. Memilih supplier yang terletak di pusat kota, tentu saja membuat produk yang Kamu tawarkan dan telah dipesan pembelimu menjadi cepat sampai.

Sementara dalam hal komunikasi, sebaiknya pastikan supplier gampang dijangkau lewat berbagai macam media, baik itu chat, telepon dan email supaya ketika orderan menumpuk dan terjadi masalah, maka supplier bisa dihubungi kapan saja.

Itulah deretan cara kerja dropship, kelebihan kekurangan dan trik agar sukses menjadi dropshipper. Jika Kamu sudah bertekad bergelut dalam bidang dropshipper, pastikan untuk selalu konsisten dan kembangkan bisnismu menjadi supplier agar lebih nyaman dan membuat usahamu lebih terpercaya.

Mita Mellinda
Wife n Moms. Penulis andalan asal Bandung since 2019