Cara Merawat Keladi

  • Whatsapp

Tanaman keladi adalah sejenis tanaman hias yang tumbuh dari genus caladium, yakni suku talas-talasan, atau Araceae. Jenis tanaman yang bernama lain Caladium ini memiliki daun melebar yang berbentuk seperti kuping gajah atau anak panah. Keladi mempunyai bentuk yang cantik dengan warna begitu eksotis. Ada berbagai jenis tanaman hias Caladium, seperti Alocasia Polly (Keladi kuping) dan Colocasia. Lalu, bagaimana cara merawat keladi?

Cara Merawat Keladi

Cara Merawat Keladi
Panduan Merawat Tanaman Keladi

Panduan Merawat Tanaman Keladi

Jika Kamu ingin membudidayakan tanaman keladi, ada beberapa panduan cara merawat keladi yang bisa Kamu coba berikut ini :

Read More

1. Menyiram Tanaman Keladi Sesuai Kondisi Iklim

Pada dasarnya tanaman keladi berhabitat di daerah yang lembab atau basah. Maka dari itu, sebaiknya pastikan menyiram tanaman keladi sekali sehari ketika musim kemarau telah tiba. Sedangkan di musim penghujan, Kamu hanya perlu menyiramnya 2 hari sekali. Walaupun tanaman yang satu ini memerlukan banyak air, sebaiknya pastikan tidak menyiram air terlalu banyak air pada keladi agar tidak membusuk.

2. Mensterilkan Media Tanam

Cara merawat keladi berikutnya selain memperhatikan kecukupan asupan air, yaitu Kamu juga perlu memperhatikan penggunaan media tanam. Biasanya tanaman keladi menggunakan media tanam dari campuran irisan daun bambu, sekam bakar dan sekam. Namun sebelum menggunakan media tanam ini, Kamu harus mengukus bakal media tanam menggunakan panci agar bakteri di dalamnya dapat dimusnahkan.

Setelah itu, Kamu bisa mencampurkan ketiga bahan media tanam di atas menggunakan perbandingan 1:1:1. Akan tetapi, Kamu juga dapat memanfaatkan salah satunya untuk dijadikan media tanaman apabila kesulitan mendapatkan ketiga jenis media tanam tersebut sekaligus.

Terkait:  Cara Merawat Kaktus Koboi

3. Sinar Matahari Harus Dijaga

Untuk kecukupan sinar matahari, Kamu harus menyesuaikan jenis tanaman keladi yang dimiliki. Bagi yang mempunyai genus caladium, tentu saja membutuhkan kecukupan sinar matahari, sebab jenis ini memerlukan asupan pencahayaan yang cukup dari sinar matahari.

Sementara bagi jenis alocasia misalnya, maka Kamu harus meletakkannya di tempat teduh seperti di samping jendela tertutup gorden atau di meja teras rumah. Karena jenis tanaman ini tidak membutuhkan paparan sinar matahari langsung.

4. Pemberian Nutrisi dan Pupuk

Cara merawat keladi selanjutnya, selain memperhatikan kecukupan asupan matahari dan air, Kamu juga harus memberikan nutrisi dan pupuk pada tanaman keladi. Tanaman keladi memerlukan nutrisi baik supaya hidup dengan baik. Kamu bisa memberikan pupuk pada tanaman ini ketika sudah berusia 5 minggu. Silahkan pilih jenis pupuk organik dengan lengkap, seperti dalam bentuk pelet udah maupun yang lainnya.

Namun yang pasti, kandungan unsur Nitrogen pada pupuk tidak begitu banyak. Kamu harus tahu bahwa kandungan N pada pupuk bisa merangsang klorofil tanaman, karenanya tidak cocok bagi tanaman keladi karena yang memiliki warna bukan hijau.

5. Perhatikan Hama Pada Tanaman

Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan ialah pastikan tanaman keladi tak diserang hama. Pasalnya serangga yang kerap menyerang tanaman keladi ialah belalang dan ulat. Kedua jenis hewan ini sering menggerogoti daun pada tanaman keladi. Maka dari itu, pastikan untuk melakukan metode preventif yang dapat mencegah kedua jenis serangga penyerang tanaman tersebut.

Memotong Keladi Supaya Rimbun

Jika Kamu sudah memahami cara merawat keladi di atas, kini Kamu bisa melakukan pemotongan tanaman keladi supaya rimbun. Dalam hal ini Kamu cukup memerlukan tanamn keladi yang memiliki sedikit umbi memakai pisau khusus untuk dipotong dan oleskan menggunakan antiseptik. Kamu juga dapat memilih untuk mencabut atau tidak tanaman keladi yang dipotong langsung dari potnya.

Terkait:  Cara Merawat Rambut Keriting

1. Memotong Tanaman Keladi yang Langsung Dicabut dari Pot

Pertama-tama, keluarkan tanaman keladi dari wadahnya atau pot tanaman, kemudian bersihkan umbi menggunakan semprotan tanaman. Lalu potong melingkar pada bagian umbu tanaman yang telah menumbuhkan batang, kemudian sisakan umbi paling tidak sekitar 0,5-1 cm.

2. Memotong Tanaman Keladi Tanpa Harus Mencabutnya dari Wadah/Pot

Jika ingin memotong keladi tanpa mencabutnya dari pot, Kamu bisa mengikuti langkah-langkah ini. Kamu bisa mengoleskan antiseptik pada pisau lalu kurangi media tanam di pot tanaman keladi. Potong ubi sedikit saja pada induk/batang maupun daun keladi. Setelah itu, bersihkan pada ujung bagian tanaman yang Kamu potong sampai tidak ada media tanam yang tertinggal, kemudian celupkan ke dalam air.

Selain itu, dalam cara merawat keladi, tanaman keladi yang sudah atau baru Kamu potong sebaiknya jangan terpapar sinar matahari langsung. Paling tidak biarkan tidak terpapar selama 7 hari atau 1 minggu lamanya.

Jenis-Jenis Tanaman Keladi

Sebelum mengakhiri pembahasan cara merawat keladi, Kamu juga perlu tahu bahwa tanaman keladi terbagi ke dalam beberapa jenis. Diantaranya berikut ini :

1. Keladi Tikus

Tanaman kelaid tikus mempunyai ketinggian sekitar 25-30 cm, biasanya tanaman ini menyukai lingkungan yang lembab yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Keladi yang berwarna hijau pada keseluruhan bagian daunnya, mempunyai bentuk daun bulat yang ujungnya runcing. Menariknya, Kamu dapat menanam tanaman keladi tikus tanpa memakai tanah alias menanamnya pada botol yang telah diisi air.

2. Keladi Blackjack

Tanaman keladi yang satu ini bisa tumbuh sampai 2 meter dan umumnya didominasi oleh warna hijau tua bahkan terlihat hitam. Sementara pada tulang daun tanaman ini biasanya tidak mempunyai warna. Namun ada beberapa keladi blackjack yang mempunyai tulang daun berwarna merah tipis.

3. Keladi Bicolor

Tanaman keladi ini biasanya disebut sebagai keladi merah, memiliki warna yang cerah dan berbentuk daun unik. Selain itu, keladi bicolor sesuai namanya terdiri dari 2 warna, yakni warna hijau dan merah. Warna merah biasanya terdapat pada bagian tulang daunnya. Sedangkan warna hijaunya sendiri  mendominasi seluruh bagian pada daun keladi.

Terkait:  Cara Merawat Laptop Lenovo

4. Keladi Kuping Keledai

Jika dilihat dari struktur dan warnanya, keladi kuping kedelai sebenarnya sangat mirip seperti keladi tengkorak. Hanya saja perbedaannya, keladi kuping keledai ini biasanya memiliki bentuk lebih membulat yang pada ujung daunnya tampak berbentuk segitiga, mirip seperti kuping keledai.

5. Keladi Tengkorak

Sesuai namanya, keladi tengkorak mempunyai tulang daun yang bergelombang di bagian tepinya, serta memiliki bentuk rusuk manusia di bagian tengahnya. Inilah yang membuat tanaman jenis ini disebut sebagai keladi tengkorak. Tanaman keladi ini mempunyai warna daun berwarna hijau tua, sedangkan tulang daunnya terlihat cukup tegas.

6. Keladi Tengkorak Hijau

Bentuk daun pada tanaman keladi tengkorak hijau tak setegas tanaman keladi tengkorak. Tanaman keladi ini mempunyai bentuk daun yang lebih oval jika dibandingkan tanaman keladi tengkorak. Keladi jenis ini biasanya mencapai ketinggian sekitar 1-1,5 meter.

7. Keladi Kuping Jerapah

Kuping keladi jerapah mempunyai keunikan tersendiri, diantaranya tidak mempunyai lekukan di dalam daunnya. Keladi jenis ini bisa tumbuh mencapai 1-1,5 meter. Apabila Kamu mempunyai tanaman keladi ini, maka Kamu wajib meletakkannya di area yang teduh.

8. Keladi Corong

Tanaman keladi corong sebenarnya bisa dibilang sebagai jenis tanaman liar. Karena tanaman ini sering dijumpai tumbuh di tepi rawa. Berdasarkan namanya, keladi corong ini memiliki bentuk seperti corong air. Memiliki ketinggian 1,5 meter yang tangkai daunnya terlihat berwarna cokelat kehitaman.

9. Keladi Polka Green

Ini adalah sejenis tanaman keladi yang sangat cantik dan unik. Karena di seluruh bagian permukaan pada daunnya terlihat ada bercak putih, hitam atau merah persis seperti percikan cat. Selain itu, keladi pola green juga termasuk tanaman liar dan biasanya tumbuh sendirinya di lingkungan tanah lembab.

Nah, itulah jenis-jenis tanaman keladi yang wajib Kamu ketahui serta cara merawat keladi bagi penyuka tanaman hias yang satu ini. Bagaimana, cukup mudah kan?

Related posts