Cara Kerja Big Data

Big data ialah istilah yang sering kita jumpai dalam bidang manajemen data. Namun tak sedikit orang yang belum memahami cara kerja big data. Seperti kita ketahui, menganalisis dan mengumpulkan data internet merupakan fitur signifikanyang dimiliki perusahaan besar yang ada di seluruh dunia. Hal ini sangat dibutuhkan perusahaan-perusahaan guna menentan kebutuhan dan tren masyarakat sekarang ini.

Melalui pengumpulan analisa data, perusahaan bisa memprediksikan pola perilaku dan pasar pengguna sekarang ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas pengertian dan cara kerja big data bagi perusahaan di bawah ini!

Pengertian Big Data

Big data ialah sekumpulan besar jumlah data yang didalamnya berisi banyak informasi mengenai sesuatu hal. Untuk big data perusahaan misalnya, di dalamnya tentu ada beberapa komponen penyusun data berbentuk informasi penting tentang perusahaan, informasi karyawan data-data finansial/keuangan perusahaan dan data lainnya.

Ketika semuanya dikumpulkan dalam suatu tempat dan wadah, secara otomatis jumlahnya semakin besar untuk diatur dan dikelola. Banyak orang biasanya menamakannya dengan sebutan Big Data.

Pada pengelolaannya tentu diperlukan sarana dan cara yang cukup rumit. Terutama untuk menjaga agar semuanya mudah diakses, tetap sistematis, bersifat rahasia, serta tak mudah hilang atau rusak. Inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab staf IT perusahaan untuk mengelola dan melakukan penyimpanan.

Cara Kerja Big Data

Cara Kerja Big Data
Bagaimana Big Data Bekerja?

Sistem Kerja Pengelolaan Big Data

Dalam pengelolaan dan cara kerja big data diperlukan cara yang cukup rumit. Hal ini wajar mengingat data yang tersimpan dan dikelola tidaklah sedikit. Untuk itu, perlu langkah-langkah yang tepat agar data yang disimpan tetap aman, terjaga kerahasiaannya dan tidak rusak!

Penyimpanan Big Data

Penyimpanan data adalah hal paling utama dalam mengelola big data. Dimana kebanyakan perusahaan biasanya lebih memilih untuk menyimpan data menggunakan fasilitas server tertentu yang memadai. Dengan demikian, data tersebut tidak gampang rusak dan mempunyai kapasitas penyimpanan cukup besar. Server yang digunakan, baik server online maupun server offline, keduanya dianggap solusi terbaik dalam mengatasi masalah penyimpanan data yang kian hari kian bertambah dalam sebuah perusahaan.

Maka dari itu, dibutuhkan beberapa langkah penyimpanan dan pemeliharaan dengan tepat, seperti langkah-langkah di bawah ini :

1. Memilih Media Penyimpanan

Untuk mendapatkan media yang tepat dalam hal penyimpanan, Kamu bisa memilih server online atau offline. Di zaman sekarang ini, kian banyak perusahaan yang memilih menggunakan server berbasis internet dan cloud. Dengan demikian, data tidak akan menghabiskan banyak tempat dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

Kamu bisa memilih software atau perangkat pengelolaan paling tepat. Seperti resiko kerusakan yang minim dan mempunyai layanan memadai. Oleh karena itu, cukup mudah diakses dan  diaplikasikan siapa pu yang berwenang. Adapun yang terpenting di sini ialah jika terjadi kerusakan pada data tersebut, maka penanggulangan dapat berjalan secara optimal.

Oleh karena itu,  pilih yang memerlukan dana minimal. Bagaimanapun, berhemat adalah cara efektif yang cukup penting bagi keuangan perusahaan. Maka dari itu, Kamu bisa membandingkan penyimpanan data antara satu dan yang lainnya. Selain itu, pastikan pula biaya yang telah dikeluarkan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

2. Menjaga Sistem Keamanan Data

Cara kerja pengelolaan big data selanjutnya ialah pastikan sistem keamanan data disimpan lalu diolah dengan baik di dalamnya. Hal ini dilakukan pertama-tama untuk mencegah kebocoran data milik perusahaan yang sebenarnya bersifat rahasia dari pihak-pihak tak berwenang. Seperti bai perusahaan kompetitor maupun pihak lainnya.

Selain itu, sistem keamana data miliki perusahaan pun cukup penting untuk diamankan agar tidak mengalami kerusakan atau bahkan kehilangan data. Jika hal tersebut terjadi, perusahaan tentu saja akan mengalami kerugian sangat besar. Terlebih jika data tersebut masih dibutuhkan untuk kegiatan operasional perusahaan. Seperti data pengeluaran harian perusahaan atau data pengajian pegawai. Jika data tersebut hilang, pastinya ada beberapa poin perusahaan yang tidak dapat berjalan lancar serta berpotensi untuk merugikan banyak orang.

Cara Kerja Big Data Indonesia Dalam Mendapatkan SDM Terbaik

Selain untuk pengelolaan data perusahaan agar terjaga kerahasiaan dan keamanannya, ternyata cara kerja big data juga ada kaitannya dengan Sumber Daya Manusia perusahaan. SDM adalah hal terpenting dalam bisnis, apabila SDM tidak berkualitaS tentu saja imbasnya operasional bisnis tak akan dapat berjalan lancar. Namun melalui sistem big data itu sendiri, bisa membantu perusahaanmu mendapatkan karyawan atau SDM terbaik :

1. Menemukan

Langkah awal yang bisa dikerjakan oleh big data ialah menemukan. Seperti kita ketahui, biasanya ada banyak kandidat yang harus Kamu pilih untuk bergabung bersama perusahaanmu. Oleh karena itu, hal ini menuntutmu untuk memilih orang yang tepat dalam mengisi posisi yang dicari perusahaan.

Dari sinilah, cara kerja big data menentukan mana sumber yang dapat menghadirkan kandidat  dengan kemampuan yang baik, mana sumber yang kurang, dan mana karyawan/pegawai yang bisa lebih lama dipertahankan. Dalam hal ini, big data menginformasikan kepadamu mengenai hal tersebut. Selain itu, membuat recruitment calon karyawan perusahaan lebih efektif.

2. Memperoleh Kata Kunci

Cara kerja big data selanjutnya ialah bisa memperoleh kata kunci sekaligus ekspektasi. Dalam hal ini, big data memabntu tim agar dapat mengetahui keyword atau kata kunci paling tepat untuk menarik kandidat terbaik. Panduan sederhana ini bisa membantu recruitment sekaligus dapat menampilkan perbedaan besar bagi retensi karyawan. Jika kata kunci paling tepat sukses menarik kandidat, tentu saja ekspektasimu dapat diatur dari awal, agar tingkat kepuasan kerja semakin tinggi.

3. Mengidentifikasi Pertumbuhan Seseorang

Kemampuan analitis dari sebuah big data dapat membantumu mengidentifikasi seseorang yang berpotensi mempunyai pertumbuhan tinggi serta berhak mendapatkan training lebih lanjut agar naik ke level karier yang lebih tinggi. Melalui pemberdayaan karyawan supaya dapat tumbuh dengan baik secara personal, membuat perusahaan pun semakin tumbuh pesat bersamaan tumbuhnya potensi para karyawanmu untuk membuat perusahaan semakin solid.

Cara Kerja Big Data Secara Umum

Agar dapat menggunakan big data secara optimal, Kamu harus benar-benar memahami tentang cara kerja big data itu sendiri. Jika sebelumnya kita memahami cara kerja dan peranan big data untuk pencarian SDM,  kini Kamu harus mengetahui sistem kerja secara keseluruhan.

1. Integrasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem pengolahan data bisa dibilang lebih rumit. Karena biasanya big data memiliki sekumpulan input berbeda yang harus diproses hingga benar-benar dapat diolah. Kumpulan data yang didapat akan diproses kemudian mendapatkan format tertentu yang seragam, lalu data tersebut dapat dipakai untuk analisis.

2. Pengelolaan Data

Pengelolaan data yang dimaksud di sini ialah cara menyimpan data itu sendiri. Dalam cara kerja big data, Kamu harus memilih media penyimpanan big data yang tepat, seperti cloud storage sampai penyimpanan hardware.

3. Analisis Data

Aktivitas yang satu ini biasa disebut sebagai istilah big data anlytis. Poin ini merupakan proses pengujian data besar agar mendapatkan pola tersembunyi, menemukan tren pasar, korelasi yang tidak diketahui sebelumnya, preferensi para konsumen dan informasi usaha lainnya.

Dimana hasil analisa bisa membantu aktivita pemasaran lebih efektif, memberikan pelayanan lebih baik pada konsumen, membuka kesempatan pendapatan baru, dan lainnya.

Itulah gambaran umum tentang cara kerja big data dan pengelolaan big data perusahaan yang bisa Kamu pelajari. Satu hal yang harus dipastikan dalam penggunaan big data ialah profitabilitas maksimum serta sistem keamanan data guna mencegah resiko kerugian yang terjadi di masa mendatang!

Mita Mellinda
Wife n Moms. Penulis andalan asal Bandung since 2019