Cara Baca Saham

Dalam berinvestasi saham tidak bisa dilakukan sembarangan. Sederet persiapan perlu dilakukan lebih dulu. Termasuk memahami bagaimana cara baca saham.

Membaca saham memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tersendiri untuk cara analisa saham. Menganalisa saham termasuk juga dengan mengetahui tren saat itu. Sekaligus juga menganalisa bagaimana peningkatan dan penurunan harga saham di pasar bursa.

Agar tidak mengalami kerugian ketika berinvestasi sangat dibutuhkan pengetahuan yang cukup. Begitu juga dengan saham. Memahami segala seluk beluk saham akan membantu ketika mulai berinvestasi. Sehingga bisa membuat keputusan kapan akan membeli, menjual, hingga mempertahankan saham yang dimiliki.

Pengetahuan untuk baca saham tidak hanya mengenai pemahaman grafik saja. Meski cara baca grafik saham juga tidak kalah penting untuk dipahami.

Dalam ulasan di bawah ini akan diberikan mengenai bagaimana cara baca saham paling tepat. Mulai dari untuk membaca analisa teknikal saham. Hingga memahami tren saham.

Cara Baca Tren Saham

Cara Baca Saham
Cara Baca Tren Saham

Cara baca tren saham tidak kalah penting untuk dipahami. Dengan memahami tren akan mengetahui kapan waktu paling tepat untuk membeli, menjual, atau bahkan mempertahankan saham yang dimiliki.

Agar lebih mudah dalam memahami dan membaca tren saham, ketahui dulu jenis-jenis yang ada. Secara umum ada 3 jenis tren saham berbeda. Diantaranya di bawah ini.

1. Tren Bullish Saham

Tren Bullish dimulai pada fase akumulasi. Keadaan ini merupakan periode saat investor memiliki pengetahuan, maupun informasi untuk melakukan transaksi aktif di bursa. Seringnya informasi tersebut berkebalikan dengan opini umum yang dimiliki pasar.

Di fase akumulasi, seringnya tidak terjadi peningkatan harga. Pasalnya investor yang memiliki informasi tersebut jumlahnya sedikit. Sehingga harga saham tidak mengalami perubahan meski terjadi aktivitas jual maupun beli aktif.

Memasuki fase kedua di tren ini, harga saham mulai meningkat. Investor umum maupun teknikal mulai membaca pergerakan transaksi. Sering kali terjadi “panic buying” atau “panic selling” di fase kedua.

Saat belajar saham, fase kedua ini memang cukup menarik. Terutama setelah melalui fase ini, investor akan mulai melepas aset saham yang dimiliki. Sehingga tren bullish memasuki fase ketiga, yakni excess.

2. Tren Bearish Saham

Cara baca tren saham berikutnya dengan mengenali fase bearish. Di fase ini terjadi penjualan saham dalam jumlah besar. Sering kali diakibatkan adanya informasi atau kejadian yang mempengaruhi perusahaan.

3. Tren Sideways Saham

Bila tren Bullish dan Bearish terjadi dalam kurun waktu tertentu, maka Sideways memiliki periode yang singkat. Harga saham akan mengalami kenaikan dan penurunan secara cepat. Sehingga bila memperhatikan grafik saham akan terlihat pergerakan menyamping atau sideway.

Cara Baca Saham

Cara Baca Saham
Cara Baca Saham dan 5 Langkah Analistik Teknikal

Memahami tren memang menjadi satu langkah penting saat berinvestasi saham. Setelah itu baru bagaimana cara baca analisa teknikal saham.

Analisa teknikal saham merupakan penentu berikutnya untuk keadaan pasar. Para investor sebaiknya memahami dengan benar apa yang terjadi di bursa melalui analisa teknikal yang dilakukan.

Berikut ini merupakan langkah-langkah baca saham sesuai dengan analisa teknikal.

1. Ketahui Tren Saham di Pasar

Tren yang dimaksud tentu bukan sekedar apa yang saat itu sedang banyak dibeli atau dijual oleh investor lain. Juga bukan sekedar informasi mengenai saham apa yang kiranya akan meningkat atau menurun.

Mengetahui tren berarti memahami apakah saham berada di kondisi Bullish, Bearish, atau Sideways. Termasuk juga bagaimana fase-fase di setiap tren.

Salah membaca tren saham bisa berakhir dengan gagalnya investasi. Bahkan bagi investor pemula, bukan tidak mungkin akan membeli saham gorengan hanya karena tidak mengetahui bagaimana tren saat itu.

2. Tentukan Support dan Resistance

Memahami untuk baca saham memang akhirnya agar bisa melakukan pembelian dan penjualan dengan tepat. Jangan sampai salah berinvestasi hanya karena tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.

Support dan Resistance merupakan dua panduan untuk menentukan kapan waktu terbaik transaksi saham. Masing-masing memiliki level Support dan Resistance berbeda.

Trader bisa memiliki peluang untuk membeli saham ketika pasar berada di level Support. Begitu juga untuk menjual saham saat di Resistance. Transaksi pembelian saham seringnya terjadi saat berada di area Support, ketika tren Bullish pada face akumulai.

Bagaimana membaca Support dan Resistance sekaligus menjadi peringatan untuk trader. Saat harga saham yang dinantikan berada di posisi support padahal sudah berniat untuk membeli, maka bisa dilakukan cut loss untuk mengurangi kerugian.

3. Moving Average

Langkah lain sebagai cara baca tren saham adalah dengan menggunakan indikator Moving Average (MA). Moving Average digunakan untuk baca tren saham ketika belum memahami gambaran trend line.

Mudahnya untuk membaca saham menggunakan Moving Average, ketika grafik terlihat turun namun harga justru bergerak di bawah garis MA bisa dipastikan tren sedang downtrend. Baik itu untuk Bullish, Bearish, atau Sideways.

Begitu juga sebaliknya. Jika grafik MA terlihat menurun namun harga justru di atas. Maka kondisi sedang uptrend.

Moving Average juga bisa menjadi Support dan Resistance. Jika grafik Ma berada di atas pergerakan harga maka akan berperan sebagai Resistance. Begitu pun sebaliknya akan menjadi Support jika grafik berada di bawah pergerakan harga.

4. Pahami Indikator Osilator Sebagai Filter

Belajar saham juga berarti memahami Indikator Osilator. Indikator Osilator menunjukan saat keadaan pasar yang over bought maupun over sold. Pasar yang dalam kondisi jenuh beli dan jual. Mudahnya, saat pasar over bought berarti harga saham sudah mengalami tingkatan tertinggi.

Kondisi over bought juga diiringi dengan penurunan harga. Mengingat pasar sudah jenuh dalam membeli saham di harga tersebut. Secara otomatis, harga akan menurun.

Over sold tentu menunjukan keadaan sebaliknya. Ketika saham terus menerus dijual, hingga berada di harga terendah, maka bisa jadi akan mengalami kenaikan berikutnya.

Trader menggunakan Indikator Osilator untuk memfilter keadaan tersebut. Apakah pasar berada dalam kondisi over sold atau over bought. Keadaan ini sudah pasti memudahkan dalam membuat keputusan untuk jual atau beli saham.

5. Menentukan Stop Loss dan Target Profit

Saat baca analisa teknikal saham, Stop Loss dan Target Profit merupakan dua poin penting. Trader harus tahu pasti kapan melakukan Stop Loss dan Target Profit dalam transaksi yang dilakukan.

Aturan akan Risk, Ratio, dan Reward menjadi penentu krusial dalam menentukan Stop Loss dan Target Profit.

Stop Loss atau disebut juga Cut Loss merupakan risiko keraguan. Cara baca analisa teknikal saham termasuk juga memahami adanya risiko keraguan di pasar. Stop Loss tidak seharusnya lebih besar dari nilai Target Profit. Aturan ini penting dan tidak boleh dilanggar saat berinvestasi di bursa saham.

Cara baca saham terdiri dari berbagai aspek berbeda. Mulai dari bagaimana cara baca tren, sampai mengenali langkah-langkah cara baca analisa teknikal saham. Belajar saham secara mendalam dengan pemahaman di atas menghindari kerugian yang akan muncul dari investasi.

Aluna N. Nayaka
fulltime dreamer, parttime writer | write something that gonna worth while