Cara Baca Laporan Keuangan

Memahami cara baca laporan keuangan perusahaan tidak hanya penting untuk para pemilik usaha. Untuk investor, terutama yang hendak berinvestasi saham, mengetahui keadaan perusahaan bisa dilakukan dengan membaca laporan keuangan perusahaan.

Investasi saham memang sedang meroket beberapa tahun ini. Jenis investasi satu ini tidak bisa disangkal memberikan banyak sekali keuntungan. Terutama bila dilakukan dengan tepat. Kurangnya pemahaman atau melakukan investasi asal-asalan tentu akan berakhir dengan kerugian.

Untuk mulai mencoba investasi ini, salah satunya harus paham bagaimana cara baca grafik saham. Penting juga diketahui cara baca laporan keuangan.

Laporan keuangan akan menunjukan bagaimana keadaan sebuah perusahaan. Untung, rugi, catatan hutang, aset yang dimiliki akan menjadi pertimbangan bagi investor untuk mulai berinvestasi.

Pahami sebaik-baiknya mengenai cara baca laporan keuangan emiten sebelum memutuskan hendak berinvestasi atau tidak.

Apa Itu Laporan Keuangan?

Pengertian dari laporan keuangan adalah sebuah catatan data serta informasi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Laporan keuangan biasanya dicatat dalam periode bulanan, tiga bulanan, dan juga tahunan. Pada periode laporan keuangan tahunan akan dikeluarkan setelah melalui proses audit.

Laporan keuangan meliputi catatan dari segala aspek dan bentuk keuangan perusahaan. Biasanya terdiri atas aktiva, yang merupakan catatan aset lancar dan tidak lancar. Kemudian akan ada pasiva yang meliputi ekuitas dan liabilitas. Total aset dari perusahaan bisa diketahui dengan menjumlahkan ekuitas dan liabilitas yang dimiliki.

Bagi investor, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, baik itu melalui reksadana, saham, atau lainnya, dokumen yang pertama kali harus dipahami mengenai perusahaan tersebut adalah laporan keuangan. Investor di pasar modal harus paham bagaimana cara baca laporan keuangan. Terlebih untuk emiten, yang merupakan perusahaan tercatat di BEI atau Bursa Efek Indonesia.

Setelah memahami laporan keuangan perusahaan, langkah berikutnya merupakan analisa. Selain bagaimana membaca, cara analisa laporan keuangan juga perlu dipahami.

Melalui analisa akan diketahui apakah perusahaan tersebut dalam kondisi “sehat”, dengan performa keuangan yang bagus. Maupun sebaliknya bila perusahaan justru berada dalam keadaan rugi. Sehingga saham yang dibeli tidak layak untuk dibeli.

Cara Baca Laporan Keuangan

Cara Baca Laporan Keuangan
Cara Baca Laporan Keuangan Dengan Memahami 7 Poin Penting

Tidak sulit untuk mengetahui bagaimana cara baca laporan keuangan perusahaan. Memulai baca laporan keuangan emiten bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Investor dapat mengunduh laporan keuangan perusahaan, baik itu periode tiga bulanan maupun tahunan melalui situs resmi BEI
  2. Untuk mengakses situs resmi BEI, buka halaman https://www.idx.co.id/
  3. Pada menu Perusahaan Tercatat, buka Laporan keuangan dan Tahunan
  4. Kemudian pilih menu Laporan Keuangan > Saham
  5. Selanjutnya masukan nama perusahaan atau kode emiten, pilih Periode dan Tahun dan klik Cari
  6. Bila tidak menemukan laporan keuangan perusahaan dengan cara tersebut, bisa memilih di menu Berita
  7. Lalu buka halaman menu Pengumuman dan ketik “Laporan Keuangan (kode emiten)”, kemudian klik Cari
  8. Laporan keuangan emiten akan terbuka

Situs resmi BEI hanya akan menampilkan laporan keuangan perusahaan yang terdaftar sebagai emiten. Jadi sebelum mulai mencari laporan keuangan dengan cara di atas, pastikan lebih dulu perusahaan tersebut memang sudah terdaftar dalam emiten BEI.

Setelah itu, berikut ini merupakan poin-poin penting untuk cara baca laporan keuangan.

1. Menunjukan Kenaikan Ekuitas dan Laba Bersih

Performa keuangan perusahaan dikatakan baik bila menghasilkan keuntungan. Hal ini sepertinya sudah pasti. Ketika melakukan analisa laporan keuangan, pastikan lebih dulu terlihat adanya kenaikan pada laba bersih dan ekuitas.

Kenaikan laba bersih juga sebaiknya sesuai dengan periode tersebut. Misalnya saja laba bersih yang diterima perusahaan pada bulan Februari 2019 mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2020.

2. ROE Minimal 15%

ROE atau Return on Equity merupakan persentase untuk pengembalian investasi. Umumnya, perusahaan dengan keadaan keuangan baik akan memiliki persentase ROE minimal 15% dalam setahun.

Bagi investor, menilai persentase ROE menjadi indikator dasar untuk cara analisa laporan keuangan. Perusahaan dengan persentase ROE yang bagus, maka aspek lain dalam laporan keuangan juga akan bagus. Sebaliknya bila ROE berada di persentase kurang dari 15%, maka bisa dipertimbangkan kembali untuk berinvestasi atau membeli saham.

Untuk cara baca laporan keuangan, ketahui bagaimana contoh perhitungan persentase ROE perusahaan.

Perusahaan A mendapatkan laba pada periode berjalan Desember 2020 senilai Rp 100 miliar. Total ekuitas yang dimiliki Rp 5 triliun.

ROE perusahaan tersebut: Rp 100 miliar : Rp 5 triliun x 100 = 20%

Sehingga setiap investasi Rp 1,000 akan menghasilkan untung bersih Rp 200 setiap tahun.

3. Persentase Pembagian Dividen

Dividen merupakan keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada investor. Masing-masing perusahaan biasanya akan memiliki ketentuan berbeda untuk persentase dividen. Bahkan tidak semua perusahaan menyertakan laporan pembagian dividen dalam laporan keuangan.

Persentase dividen yang dibagikan perusahaan untuk investor normalnya tidak lebih maupun kurang dari 30-40 persen. Bila kurang dari persentase tersebut, bisa dikatakan perusahaan membayar laba investor terlalu kecil.

Namun sebaliknya, bila persentase dividen lebih dari 40 persen, ini justru menandakan perusahaan sudah dewasa. Nyaris tidak akan ada pertumbuhan dan perkembangan lain. Sehingga keuntungan dibagikan kepada investor.

4. Nilai Liabilitas dalam Laporan Keuangan

Ketika baca laporan keuangan, jangan kaget bila tidak ada kata hutang. Hutang disebut dengan liabilitas di dalam laporan keuangan emiten.

Nilai liabilitas perusahaan seharusnya lebih kecil atau bahkan sama dengan ekuitas. Meski perusahaan dengan nilai liabilitas dan ekuitas yang sama harus diwaspadai.

5. Hutang Bunga Bernilai Kecil

Hutang merupakan bagian penting untuk diperhatikan ketika melakukan analisa laporan keuangan. Selain liabilitas, harus diketahui juga berapa hutang bunga yang dimiliki perusahaan. Hutang bunga perusahaan ini bisa seperti hutang bank, obligasi, dan lain-lain. Bunga dari hutang jenis ini bisa membebani keuangan operasional perusahaan. Sehingga laba bersih akan menjadi lebih kecil.

Utang dengan bunga ini seharusnya memiliki nilai kecil. Berbeda dengan hutang usaha seperti membeli bahan baku, dan lain-lain dimana nilainya akan tetap sama.

6. Nilai ATO Besar

ATO atau Asset Turn Over diketahui dari membagi pendapatan perusahaan atau nilai penjualan dengan total aset perusahaan. Bila ATO bernilai besar, maka kinerja semakin bagus. Cara terbaik untuk baca laporan keuangan memang dengan menilai berapa ATO yang dimiliki.

7. Beban Pajak dari Laba Perusahaan

Perusahaan menanggung beban pajak sampai 25% dari keuntungan. PPh Badan memang normalnya senilai 25%, dan ini menjadi salah satu penentu lain dari keadaan keuangan perusahaan.

Saat baca atau melakukan analisa laporan keuangan, perhatikan bila PPh Badan kurang dari 25%. Jika ini terjadi, kemungkinan laba yang didapatkan tidak sesuai dengan apa yang tercatat. Tentu saja harus berhati-hati untuk berinvestasi atau membeli saham dalam keadaan ini.

Cara baca laporan keuangan di atas harus dipahami poin-poinnya. Melakukan analisa laporan keuangan akan membantu membuat keputusan yang tepat saat berinvestasi. Sehingga semakin menghindari kerugian yang muncul dari membeli saham sebuah perusahaan. Keuntungan juga akan lebih mudah didapat bila memahami cara analisa laporan keuangan yang tepat.

Aluna N. Nayaka
fulltime dreamer, parttime writer | write something that gonna worth while