Cara Membuat Google Form Untuk Kuesioner

Cara Membuat Google Form Untuk Kuesioner yang Rapi dan Mudah Dibagikan.

Cara Membuat Google Form Untuk Kuesioner sebenarnya cukup sederhana dan bisa dilakukan secara gratis menggunakan akun Google. Kamu tidak perlu memasang aplikasi tambahan atau memiliki kemampuan teknis khusus untuk membuat formulir survei. Dengan beberapa langkah, kamu sudah bisa membuat kuesioner untuk penelitian, survei kepuasan pelanggan, pendataan, evaluasi kegiatan, hingga mengumpulkan opini dari responden.

Google Form menjadi pilihan yang praktis karena proses pembuatan pertanyaan, pengumpulan jawaban, dan pengolahan data dapat dilakukan dalam satu layanan. Kamu juga bisa membagikan kuesioner melalui tautan sehingga responden dapat mengisinya menggunakan HP maupun komputer.

Supaya hasilnya tidak sekadar menjadi kumpulan pertanyaan, kamu perlu memperhatikan susunan formulir, jenis jawaban yang digunakan, serta cara menyajikan pertanyaan kepada responden. Kuesioner yang terlalu panjang, membingungkan, atau tidak memiliki instruksi yang jelas bisa membuat responden malas menyelesaikannya.

Nah, kalau kamu sedang ingin membuat kuesioner sendiri, berikut panduan lengkap mulai dari membuat Google Form, menyusun pertanyaan, mengatur tampilannya, membagikan link, sampai melihat hasil jawaban.

Cara Membuat Google Form Untuk Kuesioner

1. Buka Google Forms πŸ“

Langkah pertama tentu saja membuka Google Forms. Kamu bisa mengakses layanan tersebut melalui browser di HP atau komputer. Pastikan kamu sudah login menggunakan akun Google yang akan digunakan untuk membuat dan mengelola kuesioner.

Setelah halaman Google Forms terbuka, kamu akan menemukan beberapa pilihan template. Kalau ingin membuat kuesioner dari awal, pilih opsi Blank form atau ikon tanda plus (+).

Formulir kosong akan terbuka dan siap kamu isi. Pada tahap ini, jangan langsung membuat banyak pertanyaan. Sebaiknya tentukan terlebih dahulu tujuan kuesioner agar setiap pertanyaan yang dibuat memang memiliki fungsi.

Misalnya, kalau kamu ingin mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap sebuah toko, informasi yang perlu dikumpulkan bisa meliputi penilaian pelayanan, kualitas produk, harga, kenyamanan, serta kritik dan saran.

2. Buat Judul dan Deskripsi Kuesioner ✏️

Setelah formulir baru terbuka, kamu perlu memberikan identitas yang jelas pada kuesioner. Bagian judul berada di bagian atas formulir dengan tulisan Untitled form.

Klik bagian tersebut dan ganti dengan judul yang sesuai dengan tujuan survei. Usahakan judul dibuat singkat, tetapi langsung menggambarkan isi kuesioner.

Contohnya:

  • Survei Kepuasan Pelanggan Toko XYZ
  • Kuesioner Penelitian Penggunaan Media Sosial
  • Survei Evaluasi Kegiatan Sekolah
  • Kuesioner Kepuasan Pengguna Aplikasi

Di bawah judul terdapat bagian Form description. Jangan menganggap bagian ini sebagai pelengkap yang boleh dibiarkan kosong. Deskripsi dapat membantu responden memahami tujuan kuesioner sebelum mulai menjawab.

Kamu bisa menjelaskan tujuan survei, siapa yang diharapkan mengisi, perkiraan waktu pengerjaan, serta petunjuk penting lainnya.

Contohnya, kamu dapat menulis bahwa kuesioner digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dan seluruh jawaban akan digunakan sebagai bahan evaluasi. Jika diperlukan, kamu juga bisa mencantumkan perkiraan waktu pengisian agar responden tahu berapa lama mereka perlu meluangkan waktu.

3. Tambahkan Pertanyaan Kuesioner βž•

Bagian paling penting dalam cara membuat Google Form untuk kuesioner adalah menyusun pertanyaan. Untuk menambahkan pertanyaan baru, klik tombol tanda plus (+) pada menu di sebelah kanan.

Google Forms menyediakan beberapa jenis pertanyaan. Kamu sebaiknya memilih tipe jawaban berdasarkan informasi yang ingin dikumpulkan, bukan sekadar menggunakan jenis pertanyaan yang terlihat paling mudah.

Short Answer untuk Jawaban Singkat πŸ’¬

Short Answer cocok digunakan ketika responden perlu memasukkan jawaban pendek. Misalnya nama, nomor peserta, alamat email, pekerjaan, atau informasi identitas tertentu.

Contoh pertanyaan:

  • Nama lengkap
  • Nama instansi
  • Alamat email
  • Nomor peserta

Hindari menggunakan Short Answer untuk pertanyaan yang membutuhkan penjelasan panjang karena kolom ini memang dirancang untuk jawaban singkat.

Paragraph untuk Kritik dan Saran πŸ—£οΈ

Kalau kamu ingin memberikan ruang kepada responden untuk menjelaskan pendapatnya secara lebih bebas, gunakan tipe Paragraph.

Jenis pertanyaan ini cocok untuk kritik dan saran, alasan responden memberikan penilaian tertentu, pengalaman menggunakan produk, atau pertanyaan terbuka lainnya.

Contohnya, β€œApa saran kamu agar kualitas pelayanan kami menjadi lebih baik?” Dengan format Paragraph, responden mempunyai ruang yang lebih luas untuk memberikan jawaban.

Multiple Choice untuk Satu Pilihan πŸ”˜

Multiple Choice digunakan ketika responden hanya boleh memilih satu jawaban dari beberapa pilihan.

Misalnya kamu bertanya, β€œSeberapa sering kamu berbelanja di toko kami?” dengan pilihan:

  • Setiap hari
  • Beberapa kali dalam seminggu
  • Beberapa kali dalam sebulan
  • Jarang

Tipe ini sangat berguna ketika pilihan jawaban sudah bisa kamu tentukan sejak awal dan responden tidak perlu memberikan jawaban lebih dari satu.

Checkboxes untuk Banyak Pilihan β˜‘οΈ

Berbeda dengan Multiple Choice, Checkboxes memungkinkan responden memilih lebih dari satu jawaban.

Contohnya, kamu ingin mengetahui dari mana pelanggan mengetahui sebuah produk. Pilihannya bisa berupa Google, Instagram, TikTok, Facebook, teman, atau rekomendasi lainnya.

Jika seseorang mengetahui produk dari Instagram dan TikTok sekaligus, dia bisa mencentang kedua pilihan tersebut.

Linear Scale untuk Penilaian πŸ“Š

Linear Scale sangat cocok untuk kuesioner yang membutuhkan penilaian menggunakan skala tertentu. Format ini sering digunakan dalam survei kepuasan dan penelitian.

Salah satu contoh yang umum adalah skala 1 sampai 5, dengan nilai terendah berarti β€œSangat Tidak Setuju” dan nilai tertinggi berarti β€œSangat Setuju”.

Contohnya:

β€œSaya merasa pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan.”

Responden kemudian memilih nilai antara 1 hingga 5 sesuai dengan pendapat mereka.

4. Jadikan Pertanyaan Penting Sebagai Wajib Diisi πŸ”’

Setelah memasukkan pertanyaan, perhatikan tombol Required yang berada di bagian bawah pertanyaan. Fitur ini digunakan untuk membuat pertanyaan menjadi wajib dijawab.

Jika Required diaktifkan, responden tidak dapat mengirimkan formulir sebelum menjawab pertanyaan tersebut.

Kamu tidak harus menjadikan semua pertanyaan wajib. Gunakan fitur ini terutama untuk pertanyaan yang memang dibutuhkan dalam analisis. Misalnya, jika nama responden tidak diperlukan karena survei bersifat anonim, kamu bisa membiarkannya sebagai pertanyaan opsional.

Sebaliknya, kalau sebuah pertanyaan merupakan data utama penelitian, sebaiknya aktifkan Required agar tidak banyak jawaban yang kosong.

5. Atur Tampilan Google Form Agar Lebih Profesional 🎨

Isi kuesioner memang menjadi prioritas, tetapi tampilan juga dapat memengaruhi kesan responden. Google Forms menyediakan fitur untuk menyesuaikan tampilan formulir.

Kamu bisa menggunakan ikon Customize Theme atau ikon palet warna yang terdapat di bagian atas halaman.

Dari menu tersebut, kamu dapat menyesuaikan warna tema dan font. Kamu juga dapat menambahkan gambar header, misalnya logo perusahaan, logo organisasi, identitas sekolah, atau gambar yang berhubungan dengan topik survei.

Jangan terlalu banyak menggunakan elemen visual yang tidak diperlukan. Tujuan desain kuesioner adalah membuat formulir mudah dibaca, bukan membuatnya terlihat penuh.

Pilih warna yang nyaman dilihat dan pastikan teks tetap mudah dibaca. Kalau kuesioner dibuat untuk keperluan perusahaan atau penelitian, penggunaan identitas visual yang konsisten juga bisa membuat formulir terlihat lebih profesional.

6. Periksa Kuesioner Sebelum Disebarkan πŸ”

Sebelum membagikan link kepada responden, luangkan waktu untuk mengecek formulir dari awal sampai akhir. Kesalahan kecil seperti pilihan jawaban yang kurang, pertanyaan berulang, atau typo dapat membuat data yang terkumpul menjadi kurang rapi.

Periksa apakah semua pertanyaan sudah sesuai tujuan. Kemudian pastikan jenis jawabannya juga tepat. Pertanyaan yang seharusnya memungkinkan beberapa pilihan jangan sampai dibuat menggunakan Multiple Choice.

Kamu juga bisa menggunakan fitur pratinjau untuk melihat tampilan formulir dari sudut pandang responden. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah ada bagian yang terlihat kurang jelas sebelum kuesioner benar-benar disebarkan.

7. Bagikan Google Form kepada Responden πŸ”—

Kalau semua pertanyaan sudah selesai, sekarang saatnya membagikan kuesioner. Klik tombol Send yang berada di bagian kanan atas Google Forms.

Pada menu yang muncul, pilih ikon berbentuk rantai atau Link. Google Forms akan menampilkan tautan yang dapat digunakan untuk mengakses kuesioner.

Kamu juga bisa mencentang opsi Shorten URL agar tautan menjadi lebih pendek dan praktis ketika dibagikan.

Setelah itu, klik Copy. Link tersebut bisa kamu kirim melalui WhatsApp, email, grup komunitas, media sosial, atau platform komunikasi lain yang digunakan untuk menjangkau responden.

Kalau jumlah responden cukup banyak, sebaiknya sertakan sedikit penjelasan saat membagikan link. Jangan hanya mengirim tautan tanpa konteks. Jelaskan tujuan survei dan siapa yang diharapkan mengisinya supaya orang yang menerima pesan tahu alasan mereka diminta berpartisipasi.

8. Lihat dan Kelola Hasil Jawaban πŸ“ˆ

Setelah kuesioner mulai diisi, kamu dapat memantau jawaban langsung dari Google Forms. Buka kembali formulir yang sudah dibuat, kemudian pilih tab Responses.

Google Forms akan menampilkan rangkuman jawaban secara otomatis. Untuk beberapa jenis pertanyaan, data dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sehingga kamu lebih mudah melihat pola jawaban responden.

Misalnya, jika kamu menggunakan skala 1 sampai 5 untuk mengukur kepuasan, hasilnya bisa membantu menunjukkan berapa banyak responden yang memberikan nilai rendah, sedang, maupun tinggi.

Kalau membutuhkan pengolahan data lebih lanjut, kamu dapat menghubungkan Google Form dengan Google Sheets. Klik ikon Google Sheets yang tersedia di bagian Responses untuk membuat atau menghubungkan spreadsheet.

Data jawaban kemudian dapat dikelola dalam bentuk tabel. Dari sini kamu bisa melakukan penyortiran, perhitungan, analisis, atau pengolahan lanjutan sesuai kebutuhan.

Tips Membuat Kuesioner Google Form yang Berkualitas πŸ’‘

Membuat formulir memang mudah, tetapi membuat kuesioner yang menghasilkan data berkualitas membutuhkan sedikit perhatian tambahan. Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

  • Tentukan tujuan sejak awal. Setiap pertanyaan sebaiknya memiliki alasan yang jelas mengapa perlu ditanyakan.
  • Gunakan bahasa sederhana. Hindari istilah yang berpotensi membuat responden salah memahami pertanyaan.
  • Jangan membuat pertanyaan terlalu panjang. Pertanyaan yang bertele-tele bisa membuat responden kehilangan fokus.
  • Hindari pertanyaan yang menggiring. Berikan pilihan yang memungkinkan responden memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya.
  • Gunakan jenis jawaban yang tepat. Sesuaikan tipe pertanyaan dengan data yang ingin kamu kumpulkan.
  • Jangan berlebihan menggunakan pertanyaan wajib. Jadikan hanya pertanyaan penting yang benar-benar harus dijawab sebagai Required.
  • Uji formulir terlebih dahulu. Isi sendiri kuesioner dari awal hingga akhir untuk menemukan kesalahan sebelum disebarkan.
  • Berikan informasi yang jelas. Jelaskan tujuan pengumpulan data dan instruksi pengisian kepada responden.

Kesimpulan πŸ“Œ

Cara membuat Google Form untuk kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, mulai dari membuka Google Forms, membuat judul dan deskripsi, menyusun pertanyaan, memilih tipe jawaban, mengatur tampilan, hingga membagikan tautan kepada responden.

Hal yang paling penting bukan hanya bagaimana membuat formulirnya, tetapi bagaimana menyusun pertanyaan yang sesuai dengan tujuan survei. Gunakan Short Answer untuk jawaban singkat, Paragraph untuk jawaban panjang, Multiple Choice untuk satu pilihan, Checkboxes untuk beberapa pilihan, dan Linear Scale ketika kamu membutuhkan penilaian berdasarkan skala.

Setelah kuesioner disebarkan, seluruh jawaban dapat dipantau melalui tab Responses. Jika membutuhkan pengolahan data yang lebih terstruktur, hubungkan Google Form dengan Google Sheets agar jawaban responden tersimpan dalam tabel dan lebih mudah dianalisis.

Dengan struktur pertanyaan yang jelas dan pengaturan yang tepat, kamu bisa membuat kuesioner yang terlihat profesional sekaligus lebih nyaman diisi oleh responden.