Cara Cek Kehamilan

Untuk mengecek kehamilan sebenarnya bisa memakai alat cek kehamilan atau lewat pemeriksaan laboratorium. Ada banyak cara cek kehamilan, mulai dari cara tradisional sampai medis, hingga bisa dilakukan di rumah sendiri atau memakai alat laboratorium.

Lalu sebenarnya kapan memerlukan alat cek kehamilan? Wanita seringkali memakai alat cek kehamilan sesudah hari pertama mereka haid terlambat.

Sementara alat test untuk kehamilan bisa dilakukan sesudah 7 hari berhubungan suami istri. Biasanya salah satunya memakai testpack atau test kehamilan yang banyak ditemukan di apotek.

Cara Cek Kehamilan

Cara Cek Kehamilan
Mengecek Kehamilan

Agar Kamu mendapatkan hasil yang benar-benar akurat, ada beberapa panduan cara cek kehamilan yang bisa dicoba dan akan Kami bagikan di bawah ini!

Cara Cek Kehamilan Tanpa Tespack

Seperti sudah dikatakan di atas bahwa biasanya untuk mengetahui kehamilan kita bisa memakai testpack, namun ternyata ada cara cek kehamilan alami tanpa testpack yang juga bisa Kamu coba dengan hasil yang cukup akurat. Ingin tahu apa saja? mari simak ulasannya di bawah ini!

1. Cek Kehamilan dengan Tes Urin

Tes yang satu ini sebenarnya cukup mudah, Kamu hanya perlu menyimpan sampel urinmu di toples bersih dan kering. Lalu tutup, setelah itu dinginkan selama beberapa jam atau semalam hingga mendingin.

Nah, jika Kamu melihat ada partikel putih atau busa-busa putih di permukaan air urin tersebut, ini pertanda bahwa Kamu hamil.

Akan tetapi jika busa/partikel putih tersebut ada di bagian dasar toples, ini tandanya Kamu belum hamil.

2. Cek Kehamilan dengan Gula

Cara cek kehamilan yang kedua juga tergolong alami, Kamu hanya memerlukan media gula. Adapun langkah-langkahnya ialah sebagai berikut :

  • Pertama-tama silahkan persiapkan sampel urin lalu letakkan ke dalam wadah.
  • Selanjutnya campurkan 2-3 sdm gula kemudian diaduk hingga tercampur merata ke dalam sampel urin.
  • Kemudian horomn HCG yang terdapat dalam urine akan bereaksi dengan molekul-molekul di dalam gula dan biasanya dibuktikan oleh perubahan larutan gula yang menjadi kental, sehingga dapat dipastikan Kamu hamil.
  • Jika sampel urin dan gula tercampur sempurna ketika mengaduknya tanpa terjadi reaksi apapun, kemungkinan besar Kamu tidak hamil.

3. Cek Kehamilan Memakai Sabun

Menguji kehamilan menggunakan air sabun secara alami di rumah juga dapat dicoba, mengingat sangat mudah. Adapun caranya ialah sebagai berikut :

  • Pertama-tama silahkan ambil beberapa sabun kemudian letakkan pada air. Lalu buat busa serta ambil sabunnya. Kemudian ambil sampel urin lalu tempatkan di dalam wadah lainnya. Tambahkan busa sabun ke dalam sampel urin.
  • Apabila penambahan urin ke dalam busa menimbulkan buih, kemungkinan besar Kamu sedang hamil. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa cara cek kehamilan ini sebenarnya tidak terlalu akurat, jadi Kamu harus melakukan tes tambahan atau lanjutan agar lebih memastikannya.

4. Cek Kehamilan Menggunakan Daun Dandelion

Melakukan pemeriksaan kehamilan sendiri memang cukup simpel. Namun hal yang paling sulit dilakukan saat melakukan tes kehamilan memakai daun dandelion ialah sulitnya menemukan daun ini. Adapun cara mengecek kehamilan dengan daun dandelion sendiri, ialah sebagai berikut :

  • Langkah pertama, silahkan petik daun dandelion, kemudian letakakn di dalam wadah.
  • Sesudah itu, pastikan daun yang sudah dipetik tadi tidak langsung kontak dengan sinar matahari.
  • Lalu persiapkan sampel urinmu dan simpan di dalam wadah, lalu simpan daun dandelion tepat di atas sampel tersebut.
  • Biarkan daun tersebut terendam, hingga 10-15 menit lalu cek hasilnya. Apabila Kamu melihat gumpalan kemerahan terbentuk pada daun, ini artinya kadar HCG di dalam urinmu tinggi, sekaligus menandakan bahwa Kamu sedang hamil.

Nah, itulah beberapa cara cek kehamilan secara alami yang cukup akurat. Namun jika Kamu ingin lebih memastikannya, tidak ada salahnya mengikuti cara mengetahui kehamilan dengan cara medis di bawah ini!

Cara Cek Kehamilan Secara Medis

Ada beberapa cara periksa kehamilan yang bisa Kamu lakukan jika menggunakan bantuan alat medis, diantaranya :

1. Cek Kehamilan dengan Testpack

Perlu Kamu ketahui jika cek kehamilan umumnya dilakukan guna mendeteksi dan mengetahui adanya HCG, hormon yang berperan dalam kehamilan.

Namun untuk mendeteksi adanya hormon kehamilan sendiri biasanya tergantung pada produksi HCG saat dilakukan tes.

Serungkali waktu yang dipakai untuk mengecek kehamilan memakai testpack ialah di pagi hari. Ini disebabkan oleh hormon kehamilan biasanya akan diproduksi lebih tinggi saat pagi hari jika dibandingkan waktu-watku lainnya.

Namun, saat menggunakan testpack untuk mengecek kehamilan, Kamu juga harus memperhatikan tanggal kadaluarsa produk dan pastikan testpack tersebut masih berlaku.

2. Periksa Kehamilan Melalui Detak Jantung Janin

Guna mengetahui adanya detak jantung janin di dalam rahim Ibu yang berdegup biasanya dilakukan di bulan pertama maupun di bulan kedua.

Degupan biasanya tidak dapat didengar dan memakai alat doppler hingga di minggu ke 9 sampai ke 10 kehamilan.

Untuk mengetahui adanya denyut jantung janin biasanya dipakailah alat bernama fetal heart tones yang mempunyai detail sangat cepat serta melebihi detak jantung pada orang dewasa.

Kecepatannya bahkan bisa mencapai 180 denyut/menit. Lalu mulai menurun di minggu ke-12 dengan denyut jantung bayi 120-160 per menit hingga persalinan.

Akan tetapi, kelemahan cara cek ini ialah Kamu baru bisa mengetahuinya sesudah beberapa minggu usia kehamilan. Selain itu, cara cek yang satu ini juga tergolong lama dan sulit daripada cara lainnya.

3. Cek Kehamilan dengan Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG adalah pemeriksaan paling akurat jika dibandingkan tes kehamilan lainnya. Namun biasanya pemeriksaan USG untuk ibu hamil harus dilakukan dokter yang sudah bersertifikasi.

Selain mengecek kehamilan, tes kehamilan dengan USG ini dilakukan untuk mengetahui tumbuh kembang janin, menentukan kelahiran, dan menentukan usia kehamilan.

Saat ini USG dibagi ke dalam 4 bagian berdasarkan hasil yang diperoleh, yaitu USG 2D, USG 3D, USG live 3 dan USG doppler. USG 2D atau 2 Dimensi digunakan untuk melihat gambar janin.

Sementara USG 3D alat yang dipakai untuk mendapatkan hasil mirip seperti aslinya, serta bisa melihat kondisi janin dalam posisi berbeda.

Ada lagi USG live 3D yang biasanya dihasilkan akibat gerakan live 3D, karenanya ibu bisa melihat dengan jelas serta dapat membayangkan kondisi janin yang ada dalam kandungan. Dan terakhir ada USG doppler, yak ni pemeriksaan USG dengan aliran darah khususnya memakai tali pusat.

Jika Kamu ingin memilih USG live 3D, ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan yaitu gerakan-gerakan pada janin bisa diketahui lewat pengamatan periaku janin, bahkan bisa disimpan di database komputer.

Hanya saja biaya melakukan cek kehamilan dengan USG live 3D ini lebih mahal dibandingkan pemeriksaan USG lainnya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa cara cek kehamilan bisa dilakukan lewat 2 tahapan, yakni dengan cara manual/alami di rumah sendiri, memakai alat testpack atau cara-cara alami yang sudah Kami bagikan di atas.

Sementara untuk cek kehamilan memakai alat medis, baik pemeriksaan detak jantung dan USG biasanya digunakan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan janin yang ada di dalam rahim itu sendiri.

Cara Cek Kehamilan Online

Cara Cek Kehamilan

Ada juga, beberapa aplikasi android yang bisa digunakan untuk mengetahui kehamilan yang sangat mudah. Dan ini bisa dikatakan cek kehamilan secara online, karena kita hanya perlu melakukannya dengan sebuah smartphone tanpa harus keluar rumah.

Adapun beberapa rekomendasi aplikasi cek kehamilan online adalah sebagai berikut.

1. Pregnancy+

Aplikasi rekomendasi pertama, adalah Pregnancy+ dimana dalam aplikasinya telah disediakan beragam fitur yang sangat lengkap.

Langsung saja download dan install aplikasi Pregnancy+ melalui Google Play Store, atau klik disini untuk langsung menuju linknya.

2. Am I Pregnant? (Pregnancy Test)

Rekomendasi kedua, kamu bisa cek kehamilan online menggunakan aplikasi Am I Pregnant? yang bisa didownload melalui APKPure. Klik disini untuk langsung menuju aplikasinya.

3. Tes Kehamilan

Rekomendasi aplikasi ketiga, adalah Tes Kehamilan. Dari nama aplikasinya, terlihat bahwa aplikasi satu ini memanglah berguna untuk mengetahui kehamilan.

Langsung saja, klik disini untuk download aplikasinya.

4. Fertility Test Analyzer App

Lanjut, pada rekomendasi keempat ada aplikasi Fertility Test Analyzer App. Aplikasi satu ini dibuat oleh Colnix Technology. Telah mendapatkan 100.000+ unduhan, dan hanya memiliki ukuran 18 MB saja. Langsung klik disini untuk menuju aplikasinya.

5. Kalkulator Ovulasi

Rekomendasi kelima, ada aplikasi bernama Kalkulator Ovulasi. Dirilis oleh Leap Fitness Group dan berhasil mendapatkan unduhan sebanyak lebih dari 1 juta.

Una yunarsih, salah satu pengguna yang telah mencoba aplikasi ini berkata,”Allhamdulilah hasil positive setelah mengikuti wktu ovulasi di aplikasi ini tentu dngn ijin allah aku mndpt hasil garis dua 🥰 mnta doa ny temen.temen smga lancar sama hari H ny :))”.

Sementara Salwa Hasyim, pengguna lain yang sudah mencoba aplikasi ini juga menyatakan bahwa dia sangat suka. Katanya, aplikasi ini bener bener tglnya tepat tgl masa hari haid , tgl masa ovulasi dan tgl masa suburnya.

So, kamu bisa langsung saja klik disini untuk download aplikasinya.

6. Kalkulator Kehamilan Pro

Diurutan terakhir, ada aplikasi Kalkulator Kehamilan. Dimana aplikasinya dibuat oleh team iMedical Apps dan telah mendapatkan unduhan sebanyak lebih dari 100.000 dari pengguna android.

Langsung saja klik disini untuk download dan mencoba aplikasinya.

Mungkin, hanya itu saja yyang bisa kami ulas untuk mengetahui kehamilan secara tepat dan akurat. Selebihnya kamu bisa pilih sendiri metode cara cek kehamilan yang paling mudah menurutmu.

Mita Mellinda
Wife n Moms. Penulis andalan asal Bandung since 2019