Cara Buat Barcode

Cara Buat Barcode
Cara Buat Barcode

Barcode biasanya sering kita jumpai dalam kemasan produk yang ada di pasaran. Untuk cara buat barcode itu sendiri sebenarnya sangat mudah, kamu bisa membuatnya lewat hp atau laptop.

Bentuk barcode biasanya berupa pola geomtris vertikal yang terpasang dalam kemasan produk. Pola garis tersebut sebelumnya hanya dapat dibuat memakai alat khusus.

Read More

Tapi perkembangan teknologi saat ini, membuat kita bisa dengan mudah membuat kode sendiri.

Cara Buat Barcode

Cara Buat Barcode
Cara Buat Barcode

Ada beberapa langkah yang bisa kamu coba jika mau membuat barcode. Kamu bisa memakai software atau perangkat lunak ketika ingin membuat kode batang ini.

Salah satu software yang bisa kamu pilih untuk membuat barcode adalah dengan memakai Barcode Studio. Ada beberapa langkah yang bisa kamu coba dalam cara buat barcode memakai Barcode Studio, berikut ini :

1. Install Barcode Studio

Kunjungi terlebih dahulu situs web TEC-IT di alamat : https://barcode.tec-it.com/en. Masuklah pada tab “download”, lalu unduh versi terbaru Barcode Studio yang sesuai dengan sistem operasi kamu.

Ikuti petunjuk instalasi untuk menginstal perangkat lunak sehingga bisa terpasang di komputer atau laptop kamu.

2. Buka Barcode Studio

Setelah instalasi selesai, buka software Barcode Studio. Pada halaman antarmuka pengguna, kamu akan melihat antarmuka yang intuitif.

3. Pilih jenis barcode

Pada bilah menu di bagian atas, silakan pilih “Barcode”, lalu pilih jenis barcode yang ingin dibuat dari daftar opsi yang ada. Seperti, memilih jenis barcode EAN-13, UPC-A, Code 128m dan lain sebagainya.

4. Masukkan data

Pada bagian “Data” yang berada di sebelah kiri antarmuka, silakan masukkan data yang ingin kamu kodekan menggunakan barcode. Ini bisa berupa data angka, huruf, atau kombinasi angka dan huruf tergantung dari jenis barcode yang kamu pilih.

5. Konfigurasi parameter barcode

Cara buat barcode selanjutnya, di bagian “Options” yang berada di sebelah kanan antarmuka, kamu dapat mengonfigurasi parameter barcode.

Seperti, mengatur lebar garis, tinggi barcode, ukuran font yang disesuaikan, warna, dan lain-lain. Selain itu, kamu  juga dapat menyisipkan teks tambahan atau logo ke dalam barcode jika dibutuhkan.

6. Preview dan kustomisasi

Pada bagian tengah antarmuka, kamu akan melihat preview barcode sesuai dengan data yang kamu masukkan. Kamu dapat melihat perubahan secara real-time saat melakukan konfigurasi parameter.

Jika masih tidak puas dengan tampilannya, maka kamu bisa mengubah parameter hingga mencapai hasil yang kamu inginkan.

7. Cetak atau simpan barcode

Setelah puas dengan hasilnya, selanjutnya kamu bisa memilih beberapa opsi untuk Tindakan terakhir seperti mencetak atau menyimpan barcode dalam bentuk softfile.

Kamu dapat mencetak langsung dari Barcode Studio dengan klik tombol “Print” atau bisa juga menyimpan barcode sebagai file gambar dalam format yang diinginkan, seperti : PNG, JPEG, atau SVG dengan cara klik tombol “Save”.

8. Gunakan barcode sesuai kebutuhan

Setelah mencetak atau menyimpan barcode, kamu bisa menggunakan barcode yang telah dibuat sesuai kebutuhan. Misalnya, mencetak barcode dan menempelkannya pada produk atau kemasan, atau bisa juga menggunakan file gambar barcode pada aplikasi yang relevan.

Itulah panduan cara buat barcode yang bisa kamu lakukan. Selanjutnya, kamu bisa memakai barcode tersebut untuk berbagai kebutuhan. Antara lain untuk kebutuhan ritel dan produk, untuk kebutuhan farmasi, buat keperluan ritel, dan masih banyak lagi. Selain barcode, ada juga jenis QR Code dan kamu bisa membuatnya dengan cara membuat QR Code sendiri dengan mudah seperti yag sudah kita bahas.

Related posts