
Cara Melamar Kerja di LinkedIn
Cara Melamar Kerja di LinkedIn sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, bahkan kalau kamu baru pertama kali menggunakan platform ini untuk mencari pekerjaan. LinkedIn bukan cuma tempat menampilkan pengalaman kerja atau membangun koneksi profesional, tetapi juga menyediakan banyak lowongan dari perusahaan, recruiter, dan talent acquisition yang sedang mencari kandidat baru.
Menariknya, kamu tidak harus selalu menunggu lowongan muncul lalu mengirim CV. Ada cara lain yang bisa dicoba, yaitu membangun koneksi langsung dengan recruiter atau orang yang bekerja di perusahaan incaranmu. Strategi seperti ini bisa membuka peluang yang mungkin tidak kamu temukan dari halaman lowongan biasa.
Supaya prosesnya lebih terarah, kamu bisa menggunakan dua metode utama: melamar melalui fitur Jobs dan melakukan pendekatan langsung kepada recruiter. Keduanya punya kelebihan masing-masing, sehingga penting untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakannya.
Kenapa LinkedIn Bisa Jadi Tempat Mencari Kerja? 🔎
LinkedIn dirancang sebagai platform profesional yang mempertemukan pencari kerja, perusahaan, recruiter, dan berbagai kalangan profesional. Karena itu, profil LinkedIn yang rapi bisa berfungsi seperti CV online yang dapat ditemukan oleh recruiter.
Selain mencari lowongan secara aktif, kamu juga berpeluang ditemukan lebih dulu oleh perusahaan. Recruiter dapat mencari kandidat berdasarkan posisi, pengalaman, keterampilan, lokasi, hingga kata kunci tertentu yang tercantum pada profil.
Artinya, membuat profil seadanya kemudian hanya menunggu lowongan tentu kurang maksimal. Kamu perlu membuat profil yang mampu menjelaskan siapa dirimu, keahlian yang dimiliki, pengalaman yang pernah dikerjakan, serta posisi seperti apa yang sedang kamu incar.
Cara Melamar Kerja di LinkedIn
Cara Melamar Kerja Lewat Fitur Jobs 💻
Cara paling umum untuk mencari pekerjaan di LinkedIn adalah menggunakan fitur Jobs. Metode ini cocok buat kamu yang ingin mencari lowongan berdasarkan posisi, perusahaan, lokasi, maupun sistem kerja.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
1. Buka Fitur Jobs
Login ke akun LinkedIn milikmu, kemudian cari menu Jobs atau Pekerjaan. Pada halaman tersebut, kamu akan menemukan kolom pencarian lowongan.
Masukkan posisi yang ingin kamu cari. Misalnya:
- Digital Marketing
- Content Writer
- Graphic Designer
- Customer Service
- Software Engineer
- Accounting
- Social Media Specialist
Kamu juga bisa memasukkan nama perusahaan tertentu kalau sudah memiliki target tempat kerja.
Jangan terpaku pada satu istilah posisi saja. Sebuah pekerjaan yang sama terkadang memiliki nama berbeda di perusahaan lain. Misalnya, posisi yang kamu kenal sebagai “Customer Service” bisa saja ditulis sebagai “Customer Support”, “Customer Experience”, atau “Client Support”.
2. Gunakan Filter Lowongan
Setelah hasil pencarian muncul, manfaatkan filter agar lowongan yang ditampilkan lebih sesuai dengan kebutuhanmu.
Beberapa filter yang biasanya berguna antara lain:
| Filter | Fungsinya |
|---|---|
| Location | Menentukan lokasi pekerjaan |
| Remote | Mencari pekerjaan jarak jauh |
| Hybrid | Mencari pekerjaan dengan sistem kerja kombinasi |
| On-site | Mencari pekerjaan yang dilakukan di kantor |
| Experience Level | Menyesuaikan dengan pengalamanmu |
| Job Type | Memilih full-time, part-time, contract, dan lainnya |
Kalau kamu tinggal di Jakarta dan ingin bekerja di sana, misalnya, masukkan Jakarta pada lokasi. Begitu juga kalau kamu hanya ingin mencari pekerjaan remote.
Penggunaan filter membuat pencarian jauh lebih efisien daripada membuka lowongan satu per satu tanpa arah.
3. Baca Deskripsi Sebelum Mengirim Lamaran
Jangan langsung menekan tombol melamar hanya karena judul pekerjaannya terdengar cocok.
Baca deskripsi lowongan secara keseluruhan. Perhatikan persyaratan pendidikan, pengalaman, keterampilan, tanggung jawab, lokasi, hingga jenis pekerjaan yang ditawarkan.
Cocokkan persyaratan tersebut dengan kemampuanmu.
Kalau kamu belum memenuhi semua persyaratan, bukan berarti otomatis harus melewatkan lowongan tersebut. Coba lihat mana yang benar-benar wajib dan mana yang hanya menjadi nilai tambah.
Misalnya, sebuah lowongan meminta pengalaman minimal dua tahun dan kamu baru memiliki pengalaman satu tahun tetapi punya portofolio yang kuat. Kamu masih bisa mempertimbangkan untuk melamar.
Kenali Perbedaan Easy Apply dan Apply 📩
Saat membuka sebuah lowongan, kamu mungkin menemukan tombol Easy Apply atau Apply. Keduanya sama-sama digunakan untuk melamar, tetapi prosesnya berbeda.
Easy Apply
Easy Apply memungkinkan kamu mengirim lamaran langsung melalui LinkedIn.
Biasanya kamu diminta mengisi beberapa informasi dasar, kemudian memilih CV yang sudah tersimpan atau mengunggah CV baru.
Jika diminta mengunggah CV, gunakan file yang sudah kamu persiapkan sebelumnya. Format PDF umumnya menjadi pilihan yang praktis karena tampilan dokumen lebih konsisten.
Setelah semua informasi diperiksa, kamu bisa mengirim lamaran.
Kelebihan Easy Apply adalah prosesnya relatif cepat. Kamu tidak perlu berpindah ke banyak halaman atau membuat akun baru di situs perusahaan.
Namun, kemudahan ini juga membuat banyak orang mengirim lamaran secara asal. Jangan sampai kamu melakukan hal yang sama. Tetap sesuaikan CV dengan posisi yang dituju.
Apply
Berbeda dengan Easy Apply, tombol Apply biasanya mengarahkan kamu ke situs perusahaan atau platform rekrutmen eksternal.
Setelah diarahkan ke halaman tersebut, ikuti proses pendaftaran yang diberikan perusahaan. Kamu mungkin perlu membuat akun, mengisi formulir, mengunggah CV, menjawab pertanyaan tertentu, atau mengikuti tahapan seleksi tambahan.
Sebelum mengisi data, pastikan kamu memang berada di situs resmi perusahaan atau platform rekrutmen yang terpercaya.
Cara Melamar Kerja dengan Menghubungi Recruiter 🤝
Tidak semua peluang harus dimulai dari tombol Apply. Kamu juga bisa mencoba pendekatan langsung kepada recruiter atau profesional yang bekerja di perusahaan target.
Metode ini sering disebut sebagai direct networking.
Caranya cukup sederhana. Gunakan kolom pencarian LinkedIn dan masukkan kata kunci seperti:
- Recruiter
- Talent Acquisition
- HRBP
- Human Resources
- Recruitment
Tambahkan nama perusahaan yang kamu incar.
Misalnya, kamu ingin bekerja di perusahaan tertentu. Cari kombinasi seperti Recruiter + nama perusahaan atau Talent Acquisition + nama perusahaan.
Dari hasil tersebut, kamu bisa melihat profil profesional yang relevan.
Jangan Langsung Mengirim CV Tanpa Konteks
Kesalahan yang cukup sering dilakukan pencari kerja adalah langsung mengirim pesan seperti:
“Halo Kak, ada lowongan kerja?”
Pesan seperti itu terlalu umum dan tidak memberikan alasan mengapa recruiter perlu memperhatikan profilmu.
Lebih baik buat pesan singkat, sopan, dan jelas. Perkenalkan dirimu, sebutkan bidang yang kamu minati, lalu jelaskan alasan menghubungi orang tersebut.
Contohnya:
“Halo Kak, saya [nama], seorang digital marketer dengan pengalaman di bidang content dan social media. Saya tertarik dengan peluang karier di [nama perusahaan] dan melihat Kakak bekerja di bidang recruitment. Saya izin terhubung, semoga bisa mendapat informasi mengenai peluang yang sesuai dengan pengalaman saya.”
Tidak perlu membuat pesan terlalu panjang. Recruiter bisa menerima banyak pesan setiap hari, jadi semakin jelas dan ringkas pesanmu, semakin mudah untuk dipahami.
Aktifkan Fitur Open to Work 🟢
Kalau kamu memang sedang mencari pekerjaan, manfaatkan fitur Open to Work pada LinkedIn.
Fitur ini membantu memberi tahu jaringan profesional dan recruiter bahwa kamu terbuka terhadap peluang kerja.
Untuk mengaktifkannya, masuk ke profil LinkedIn milikmu kemudian pilih opsi Open to atau Terbuka untuk. Selanjutnya pilih pilihan yang berkaitan dengan pencarian pekerjaan baru.
Kamu dapat menentukan posisi yang diminati, lokasi pekerjaan, serta informasi lain yang relevan.
Jangan asal mengisi bagian ini. Pilih jabatan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan tujuan kariermu. Dengan begitu, profilmu memiliki peluang lebih besar untuk muncul dalam pencarian recruiter yang membutuhkan kandidat dengan keahlian tersebut.
Rapikan Profil LinkedIn Sebelum Melamar 📋
CV saja belum tentu cukup. Recruiter yang melihat lamaranmu bisa saja membuka profil LinkedIn untuk mengetahui latar belakangmu lebih jauh.
Karena itu, pastikan profilmu tidak terlihat seperti akun yang baru dibuat tanpa informasi.
Beberapa bagian yang sebaiknya kamu lengkapi adalah:
Foto Profil
Gunakan foto yang terlihat profesional dan jelas. Tidak harus menggunakan foto dengan latar studio mahal, tetapi hindari foto yang terlalu santai, buram, atau dipotong dari foto bersama.
Headline
Headline sebaiknya tidak hanya berisi “Looking for Job”.
Gunakan bagian ini untuk menjelaskan bidang keahlianmu.
Contohnya:
Digital Marketing | SEO | Content Strategy | Social Media
Dengan headline seperti ini, orang yang melihat profilmu bisa langsung memahami bidang yang kamu kuasai.
About
Bagian About dapat digunakan untuk menjelaskan pengalaman, kemampuan, minat profesional, serta jenis pekerjaan yang kamu cari.
Buat dalam bentuk yang mudah dibaca. Tidak perlu memasukkan semua riwayat hidup seperti autobiografi.
Experience
Masukkan pengalaman kerja yang relevan. Kalau kamu belum memiliki pengalaman kerja formal, jangan langsung mengosongkannya.
Kamu bisa mempertimbangkan untuk memasukkan pengalaman magang, freelance, organisasi, proyek kuliah, atau proyek pribadi yang relevan dengan bidang yang dituju.
Misalnya kamu ingin melamar sebagai content writer tetapi belum pernah bekerja sebagai penulis secara resmi. Kamu bisa mencantumkan proyek menulis artikel, mengelola blog, atau pengalaman membuat konten yang memang pernah kamu kerjakan.
Gunakan CV yang ATS-Friendly 🤖
CV yang kamu gunakan untuk melamar melalui LinkedIn sebaiknya mudah dibaca manusia sekaligus sistem rekrutmen.
Buat struktur yang sederhana dan jelas. Hindari penggunaan desain yang terlalu ramai jika posisi yang kamu lamar lebih mengutamakan keterampilan dan pengalaman.
Masukkan kata kunci yang relevan dengan pekerjaan.
Misalnya kamu melamar sebagai SEO Specialist, kata kunci yang relevan bisa mencakup:
- SEO
- Keyword Research
- On-Page SEO
- Google Search Console
- Google Analytics
- Content Optimization
- SEO Content
Tentu saja, masukkan hanya keterampilan yang memang kamu miliki. Jangan menjejalkan kata kunci hanya supaya CV terlihat cocok dengan lowongan.
Sesuaikan CV untuk Setiap Lowongan 🎯
Satu CV memang bisa digunakan sebagai dasar untuk melamar banyak pekerjaan. Namun, bukan berarti kamu harus mengirim dokumen yang sama persis ke semua perusahaan.
Perhatikan kebutuhan setiap lowongan.
Kalau perusahaan mencari kandidat dengan kemampuan project management, tonjolkan pengalaman yang berkaitan dengan pengelolaan proyek. Kalau perusahaan membutuhkan social media specialist, tampilkan pengalaman mengelola media sosial, membuat konten, membaca insight, atau menyusun strategi kampanye.
Dengan penyesuaian kecil seperti ini, CV akan terasa jauh lebih relevan.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Melamar di LinkedIn ⚠️
Mencari pekerjaan bukan hanya soal seberapa banyak lamaran yang dikirim. Kualitas prosesnya juga penting.
Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari:
1. Melamar semua posisi tanpa membaca syarat
Jangan mengejar jumlah lamaran sambil mengabaikan kecocokan. Lebih baik mengirim lamaran yang relevan daripada puluhan lamaran yang sebenarnya tidak sesuai.
2. Profil LinkedIn kosong
Profil tanpa pengalaman, deskripsi, headline, atau keahlian membuat recruiter kesulitan memahami kemampuanmu.
3. Mengirim pesan recruiter secara massal
Hindari mengirim pesan yang sama kepada banyak orang tanpa menyesuaikan konteks.
4. CV tidak diperbarui
Pastikan informasi di CV dan LinkedIn tidak saling bertentangan, terutama mengenai posisi, pengalaman, dan periode kerja.
5. Menggunakan bahasa terlalu santai
LinkedIn merupakan jaringan profesional. Kamu tetap boleh ramah dan natural, tetapi hindari gaya chat yang terlalu informal ketika menghubungi recruiter.
Strategi Supaya Peluang Dilirik Recruiter Lebih Besar 🚀
Kalau ingin lebih serius mencari kerja melalui LinkedIn, jangan hanya membuka aplikasi ketika membutuhkan pekerjaan.
Bangun profil dan jaringan secara konsisten.
Kamu bisa mengikuti perusahaan yang menjadi target, terhubung dengan profesional di bidang yang diminati, serta sesekali membagikan konten yang berkaitan dengan keahlianmu.
Misalnya kamu seorang graphic designer, kamu bisa membagikan hasil desain dan menjelaskan proses di balik pembuatannya. Kalau kamu seorang content writer, kamu dapat membagikan tulisan atau insight mengenai bidang yang kamu kuasai.
Tujuannya bukan sekadar mencari perhatian, tetapi membangun jejak profesional sehingga orang lain bisa mengetahui kemampuanmu.
Setelah Melamar, Apa yang Harus Dilakukan? 📌
Setelah mengirim lamaran, jangan langsung menganggap proses selesai.
Periksa kembali informasi kontak yang kamu cantumkan dan pantau email secara berkala. Recruiter bisa menghubungi kandidat melalui email, LinkedIn, atau platform rekrutmen perusahaan.
Kalau kamu mendapatkan pesan dari recruiter, balas dengan sopan dan profesional. Jika belum mendapatkan respons, jangan langsung menganggap dirimu gagal. Proses rekrutmen bisa membutuhkan waktu dan perusahaan dapat menerima banyak kandidat.
Kamu juga tetap bisa mencari lowongan lain sembari menunggu.
Justru pendekatan yang lebih sehat adalah menganggap setiap lamaran sebagai salah satu peluang, bukan satu-satunya harapan.
FAQ Seputar Cara Melamar Kerja di LinkedIn ❓
Apakah harus punya pengalaman kerja untuk melamar lewat LinkedIn?
Tidak selalu. Fresh graduate tetap bisa mencari pekerjaan melalui LinkedIn. Jika belum memiliki pengalaman formal, tonjolkan pendidikan, organisasi, magang, proyek kuliah, freelance, sertifikasi, dan portofolio yang relevan.
Apakah Easy Apply lebih baik daripada Apply?
Tidak ada yang mutlak lebih baik. Easy Apply menawarkan proses yang lebih praktis, sedangkan Apply memungkinkan kamu mengikuti proses rekrutmen langsung dari perusahaan atau platform karier mereka.
Apakah boleh menghubungi recruiter sebelum melamar?
Boleh. Justru networking dapat membantu kamu membangun hubungan profesional. Pastikan pesan yang dikirim sopan, singkat, dan memiliki konteks yang jelas.
Apakah CV harus sama dengan profil LinkedIn?
Informasinya sebaiknya konsisten. Namun, kamu tidak harus menyalin seluruh isi CV ke profil LinkedIn. Profil bisa dibuat lebih komunikatif, sementara CV dapat disesuaikan dengan masing-masing posisi.
Apakah fresh graduate perlu mengaktifkan Open to Work?
Boleh, terutama jika memang sedang mencari pekerjaan. Isi preferensi posisi dan lokasi dengan informasi yang sesuai agar recruiter lebih mudah memahami jenis peluang yang kamu cari.
Penutup ✨
Cara Melamar Kerja di LinkedIn tidak berhenti pada mencari lowongan kemudian menekan tombol Apply. Kamu juga perlu menyiapkan profil yang meyakinkan, membuat CV yang relevan, memanfaatkan fitur Open to Work, serta membangun koneksi dengan orang-orang yang berada di perusahaan atau bidang yang kamu incar.
Kalau kamu masih pemula, mulai saja dari langkah sederhana: rapikan profil, tentukan posisi yang ingin dituju, cari lowongan menggunakan filter, lalu sesuaikan CV sebelum mengirim lamaran. Setelah terbiasa, kamu bisa mulai mengembangkan strategi networking dengan recruiter.
Yang paling penting, jangan hanya mengejar banyaknya lamaran. Pastikan setiap lamaran benar-benar mencerminkan kemampuan dan alasan kenapa kamu cocok untuk posisi tersebut. Dengan cara ini, LinkedIn tidak hanya menjadi tempat mencari lowongan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari strategi membangun kariermu.


